Kewajiban adalah Tindakan yang Harus Dilakukan, Ketahui Jenis-Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kewajiban adalah istilah yang tak asing di telinga. Dalam kehidupan, seseorang memiliki kewajiban yang harus ia jalankan. Kewajiban adalah bagian penting bagi manusia sebagai makhluk sosial.

Sebagai anggota dari masyarakat, seseorang harus berperilaku sesuai dengan ketentuan yang telah disetujui bersama. Kewajiban adalah tindakan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan, tak hanya untuk individu, tapi juga kelompok.

Kewajiban juga sangat berkaitan dengan hak. Hak dan kewajiban adalah kondisi yang sama dilihat dari sudut yang berbeda. Kewajiban adalah tindakan untuk menuntun orang bertindak dengan cara yang dianggap dapat diterima oleh masyarakat.

Kewajiban adalah tindakan yang harus dipahami setiap orang. Berikut pengertian kewajiban dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (17/2/2021).

Pengertian kewajiban

Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/fauxels

Kewajiban adalah tindakan yang harus diambil seseorang, baik secara hukum maupun moral. Menurut KBBI, kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan, sesuatu yang harus dilaksanakan, atau suatu keharusan. Kewajiban juga diartikan sebagai tugas atau pekerjaan. Dalam ilmu hukum, kewajiban adalah segala sesuatu yang menjadi tugas manusia (membina kemanusiaan).

Kewajiban ada ketika ada pilihan untuk melakukan apa yang baik secara moral dan apa yang tidak dapat diterima secara moral. Kewajiban umumnya diberikan sebagai imbalan atas peningkatan hak atau kekuasaan individu.

Kewajiban adalah bentuk tindakan yang berbeda dari orang ke orang. Misalnya, seseorang yang memegang jabatan politik umumnya akan memiliki kewajiban yang jauh lebih banyak daripada orang biasa. Contoh lain, orang dewasa pada umumnya akan memiliki lebih banyak kewajiban daripada seorang anak.

Kaitan kewajiban dan hak

Ilustrasi Kerja Keras, Berjuang (Photo by Razvan Chisu on Unsplash)
Ilustrasi Kerja Keras, Berjuang (Photo by Razvan Chisu on Unsplash)

Hak dan kewajiban merupakan dua istilah yang tak bisa terpisahkan. Hak dan kewajiban terkait satu sama lain. Hak dan kewajiban adalah ibarat dua sisi dari koin yang sama. Keduanya adalah kondisi yang sama dilihat dari sudut yang berbeda.

Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Sementara kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan seseorang. Orang yang menjalankan kewajibannya berhak mendapatkan haknya. Dengan tidak adanya kewajiban, hak menjadi tidak signifikan dan kewajiban menjadi sia-sia jika tidak ada hak.

Jenis-jenis kewajiban menurut sumbernya

Ilustrasi Bekerja Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi Bekerja Credit: pexels.com/fauxels

Kewajiban moral

Kewajiban moral adalah kewajiban yang harus dipatuhi tetapi secara hukum tidak terikat untuk mematuhinya. Merupakan kewajiban moral misalnya adalah harus menghormati orang tua, guru, saudara serta kerabat. Contoh lain kewajiban moral adalah seseorang harus mengulurkan tangan membantu orang miskin dan yang tertindas.

Ada perbedaan mencolok antara kewajiban hukum dan kewajiban moral. Itu sepenuhnya tergantung pada hati nurani individu untuk melakukan tugas moral atau tidak melakukannya.

Kewajiban hukum

Kewajiban hukum adalah kewajiban yang sudah terikat dalam hukum yang berlaku. Seseorang secara hukum terikat untuk melakukan kewajiban hukum. Jika dia tidak melakukannya, orang tersebut akan diberi sangsi oleh negara. Merupakan kewajiban hukum setiap warga negara untuk menunjukkan ketaatan pada konstitusi, perintah hukum dan membayar pajak secara teratur dan jujur.

Jenis-jenis kewajiban menurut bentuknya

Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/pixabay

Kewajiban tertulis

Kewajiban tertulis adalah kontrak. Mereka secara hukum mengikat dua orang menjadi satu kesepakatan. Setiap orang bertanggung jawab untuk melakukan bagiannya dari kontrak tersebut. ontrak hukum terdiri dari penawaran, penerimaan tawaran itu, niat untuk mengikat satu sama lain dalam perjanjian hukum dan pertimbangan, sesuatu yang bernilai untuk dipertukarkan.

Kewajiban politik

Kewajiban politik adalah persyaratan bagi warga suatu masyarakat untuk mengikuti hukum masyarakat itu. da beragam pandangan tentang apakah kewajiban politik merupakan kewajiban moral atau bukan.

Kewajiban sosial

Kewajiban sosial mengacu pada hal-hal yang diterima sebagai individu karena diterima secara kolektif. Ketika orang menyetujui suatu janji atau kesepakatan, mereka secara kolektif menyetujui persyaratan kesepakatan atau janji itu. Masyarakat wajib memenuhi janji atau kesepakatan itu.

Jenis-jenis kewajiban menurut sifatnya

Ilustrasi kewajiban Credit: unsplash.com/You
Ilustrasi kewajiban Credit: unsplash.com/You

Kewajiban mutlak (absolut)

Kewajiban mutlak adalah kewajiban seseorang pada dirinya sendiri. Dalam kewajiban ini tidak ada hubungan campur tangan orang lain. Kewajiban mutlak atau absolut juga bisa didefinisikan sebagai kewajiban yang tidak ada alternatif hukumnya karena itu adalah kewajiban tanpa syarat.

Kewajiban publik

Kewajiban publik adalah kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan publik. Ini bisa meliputi kewajiban seseorang sebagai warga negara, sebagai anggota komunitas, atau kewajiban dalam masyarakat.

Jenis-jenis kewajiban menurut sifatnya

Ilustrasi Kewajiban (sumber: pixabay)
Ilustrasi Kewajiban (sumber: pixabay)

Kewajiban universal

Kewajiban universal atau kewajiban umum merupakan kewajiban yang ditujukan kepada seluruh warga negara secara umum. Kewajiban ini tidak membedakan jabatan atau status sosial warga negara tersebut.

Kewajiban khusus

Kewajiban khusus merupakan kebalikan dari kewajiban universal. Kewajiban ini hanya ditujukan pada golongan tertentu yang memiliki status tertentu. Misalnya, seorang kepala daerah memiliki kewajiban memimpin daerahnya dengan bijak.

Jenis-jenis kewajiban menurut sifatnya

Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/ThisisEngineering
Ilustrasi kewajiban Credit: pexels.com/ThisisEngineering

Kewajiban primer

Kewajiban primer adalah kewajiban yang harus dilaksanakan karena di dalamnya terdapat tujuan utama dalam sebuah kewajiban. Misalnya, kewajiban untuk tidak terlambat membayar pajak. Jika melanggar kewajiban ini akan diberi sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Kewajiban sekunder

Kewajiban sekunder hanya bersifat insidental dengan kewajiban pokok lainnya atau timbul hanya dalam hal kewajiban pokok tidak dapat dipenuhi. Misalnya jika seseorang telat membayar listrik, ia berkewajiban membayar denda yang telah ditentukan.

Kewajiban positif dan negatif

kewajiban positif adala kewajiban untuk melakukan sesuatu sesuai dengan hukum dan aturan. Kewajiban negatif mengacu pada kewajiban untuk tidak bertindak yang bisa melanggar hukum atau aturan.