KFC Ogah Tambah Gerai di RI Gara-gara Aturan Waralaba Restoran

Liputan6.com, Jakarta : Penerbitan aturan waralaba jasa makanan dan minuman oleh Menteri Perdagangan (Menda membuat investor geram.  Pemegang master waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengaku ogah melakukan ekspansi dengan menambah gerai di Indonesia.

Padahal rencananya, FAST akan membuka 25 gerai lagi sepanjang 2013.  "Buka gerai banyak-banyak percuma, kalau akhirnya terhalang sama aturan waralaba. Kami tidak mau capek lagi, bikin malas," tutur Direktur Fast Food Indonesia, Justinus D. Juwono kepada Liputan6.com, Senin (18/2/2013).

Perseroan sebelumnya telah berniat membuka 25 gerai tambahan di seluruh Indonesia pada tahun ini. Tapi lantaran kehadiran Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2013, pihaknya bakal mengurungkan rencana itu.

"Tidak mau ekspansilah tahun ini. Kami mau lihat dulu pelaksanaan aturan tersebut, karena kami ingin ada kejelasan dari pemerintah," ucapnya.

Juwono menjelaskan pihaknya begitu agresif dalam melebarkan sayap bisnis melalui penambahan gerai di seluruh kota di Indonesia. Tentunya, realisasi dari strategi itu juga harus mempertimbangkan nilai keekonomian bagi sebuah usaha.

"Di manapun kami ingin buka gerai asal ada nilai ekonomisnya. Kan susah juga kalau harus buka gerai di daerah yang tidak ada listrik dan infrastrukturnya. Nanti malah akan menghambat distribusinya," imbuhnya.

Selama ini, lanjut dia, lebih dari 400 gerai miliknya tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia. Dan ikut berkontribusi terhadap pendapatan daerah, taat membayar pajak, serta memberikan sumbangsih melalui program pendidikan kepada masyarakat luas. (Fik/Ndw)