KH Luthfi Fathullah, Ulama Berkaliber Dunia Meninggal karena Covid-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berduka atas meninggalnya ulama kondang KH. Ahmad Luthfi Fathullah pada Minggu petang kemarin. Almarhum juga diketahui merupakan pendiri Pusat Studi Hadits, pimpinan perguruan Islam Al-Mughni dan Ketua Baznas Provinsi DKI Jakarta.

Kiai Luthfi meninggal dunia di RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Minggu petang, 11 Juli 2021, sekira pukul 18.22 WIB, setelah beberapa waktu dirawat karena COVID-19.

"Indonesia kehilangan salah satu ulama hadits terbaiknya Dr. KH. Ahmad Luthfi Fathullah, MA. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kiai Luthfi keluasan ilmu beliau, utamanya di bidang hadits, diakui berbagai kalangan bahkan dianggap kaliber dunia," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Senin 12 Juli 2021.

Ketum PAN ini mengaku menjadi saksi jika kiai Luthfi merupakan orang yang baik. Semasa hidup, kata Zulhas, beliau juga pengajar Ilmu Hadits di Universitas Islam Negeri Jakarta.

"Kepergian Kiai Luthfi adalah kehilangan besar bagi kita semua. Beliau adalah seorang ulama pejuang yang selalu memikirkan persoalan-persoalan umat dan bangsa. Keterlibatan ulama kharismatik Betawi ini di bidang dakwah tak perlu diragukan lagi. Saya saksi sejarah untuk itu," ucap dia.

Berikut pernyataan lengkap Zulhas soal almarhum:

Kita bersedih karena beliau dipanggil pulang di usia yang relatif muda karena Covid-19.

Ya Allah, entah sudah berapa kali kami mengucap kalimat istirja beberapa waktu terakhir ini. Lebih sedih lagi karena kalimat itu kami ungkapkan untuk wafatnya para ulama kami.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Semoga para ulama mendapatkan penjagaan dan diberikan kesehatan serta keselamatan melewati wabah ini. Mudah-mudahan pemerintah juga memiliki perhatian khusus kepada para ulama yang sakit karena Covid-19 ini
.

Bagi saya pribadi, Kiai Luthfi merupakan sahabat sekaligus guru. Kami sering berdiskusi mengenai berbagai hal. Saya banyak belajar dari beliau. Baru sekitar sebulan lalu saya mengunjungi almarhum di kantornya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat itu Kiai Luthfi antusias memperlihatkan koleksi kitab-kitab haditsnya. Beliau juga menunjukkan foto pesantren yang dibangunnya di Megamendung, Bogor. Waktu itu saya berjanji akan berkunjung ke sana, setelah pandemi mereda.

Saat beliau dikabarkan sakit, saya tak henti mendoakannya. Tak menyangka beliau akan dipanggil Allah secepat ini.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, memberikan tempat terbaik bersama para Nabi dan orang-orang shaleh. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan.

Saya bersaksi Kiai Luthfi orang yang sangat baik. Husnul kotimah, Insya Allah. Kita semua sangat kehilangan.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel