Khasiat dari Buah dan Sayur yang Kita Konsumsi Tergantung Cara Mengolahnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar orang berumur lebih dari 20 tahun di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka mengonsumsi beberapa sayuran, sedangkan dua pertiga dari mereka mengatakan mengonsumsi buah setiap harinya. Data tersebut dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari memanglah sebuah kebiasaan positif yang baik untuk diterapkan. Sebab, sayur dan buah merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat. Peran dari vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya sebagai antioksidan yang mampu menangkal senyawa jahat dalam tubuh.

Namun, cara mengolah yang kurang tepat justru akan mengakibatkan hilangnya manfaat dari sayur maupun buah tersebut. Menurut Ahli Gizi Kristin Kirkpatrick, MS, RDN, sayuran yang diolah dengan teknik menggoreng tidak dianggap sebagai sayuran.

“Tapi saya tidak akan menganggap sayur yang digoreng seperti kentang goreng sebagai sayuran dalam ukuran harian Anda,” kata Kristin seperti dikutip dari situs Healthline pada Senin, 15 Februari 2021.

Pentingnya Mengetahui Cara Mengolah Sayur dan Buah untuk Dikonsumsi

ilustrasi urap sayur/copyright by Ariyani Tedjo (Shutterstock)
ilustrasi urap sayur/copyright by Ariyani Tedjo (Shutterstock)

Di sinilah letak pentingnya mengedukasi diri sendiri agar paham betul bagaimana cara mengelola buah dan sayur yang benar sebelum disantap. Melalui pemahaman cara memasak sayur dan buah, akan didapati hasil maksimal saat mengonsumsinya.

“Saya pikir ketika kita mengomunikasikan kepada orang-orang tentang pentingnya konsumsi buah dan sayur, kita perlu mengedukasi mereka tentang metode dan jenis memasak juga,” kata Kristin.

Gizi yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi akan berubah, bergantung bagaimana teknik memasak yang digunakan. Sebab, sebagian dari cara memasak dapat mengurangi nutrisi, tapi sebagian lainnya justru malah menambah nutrisi.

“Kandungan gizi sayuran berubah-ubah tergantung teknik memasaknya. Beberapa metode menyebabkan hilangnya nutrisi dan beberapa metode menyebabkan penambahan nutrisi, ”kata juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Caroline West Passerrello , MS, RDN, LDN.

Caroline juga mengatakan bahwa mengonsumsi sayuran yang digoreng dengan jumlah lemak yang banyak perlu dijaga takaran konsumsinya. Jangan sampai berlebihan karena dapat mengganggu pola makan dan gaya hidup menjadi tidak seimbang

“Sayuran yang digoreng sering dimasak dengan lemak dalam jumlah banyak yang tidak ada dalam teknik memasak lainnya. Sayuran yang disiapkan dengan cara ini harus dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk menjaga pola makan dan gaya hidup seimbang," ujarnya.

(Rissa Sugiarti)

Simak Video Berikut Ini