Khawatir Anak Sulit Interaksi saat Pandemi, Ini Kunci Utamanya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sudah lebih dari satu tahun pandemi melanda Indonesia. Sebagai orangtua, berbagai skenario akan post-pandemic new normal seperti kembali bekerja di kantor, kegiatan bersosialisasi yang masih serba terbatas, hingga rencana bersekolah tatap muka, menjadi jajaran hal yang tentunya menyita perhatian dan menimbulkan dilema..

Dari survei yang dilakukan Babyologist ke lebih dari 1.300 orangtua di Indonesia, 60% mengaku khawatir jika anak menjadi sulit berinteraksi dengan orang lain akibat dampak dari minimnya interaksi di luar rumah, sedangkan 40% mengaku khawatir anaknya akan mengalami speech dela.

Di bulan Juni ini, Lazada, kembali menggandeng Babyologist untuk menggelar Lazada Baby and Kids Festival, yaitu sebuah festival virtual yang telah secara rutin diadakan untuk keluarga Indonesia, yang telah berlangsung pada 23-25 Juni 2021.

VP of FMCG Category, Lazada Indonesia, Lia Kurtz, menjelaskan orangtua terus mencari petunjuk cara mengasuh anak yang ideal, terutama di masa transisi menuju post-pandemic new normal. Lazada mengerti ada banyak sekali tantangan dalam berumah tangga dan membesarkan si kecil di situasi yang sangat berbeda ini.

“Kami berharap, sesi edukasi virtual yang kami berikan bersama dengan Babyologist dan para ahli seperti dokter anak, dokter gizi dan psikolog keluarga, dapat memberikan jawaban untuk berbagai topik menarik yang sedang hangat diperbincangkan para orangtua," kata Lia Kurtz, dalam acara virtual beberapa waktu lalu.

Beberapa topik diantaranya seperti tips persiapan matang untuk sekolah tatap muka, hingga cara menyiasati tumbuh kembang anak yang mungkin terdampak dari terbatasnya sosialisasi dan interaksi di sekitar anak saat ini. Selain itu, salah satu sesi juga dengan topik seputar keharmonisan rumah tangga agar orang tua semakin kompak dalam mengasuh anak.

Indra Noveldy, Konsultan Pernikahan menuturkan beberapa sudut pandang. Salah satunya adalah investasi ilmu untuk membangun keluarga pintar.

“Kunci utama dari sebuah hubungan orangtua dan anak adalah mempelajari ilmu parenting yang dimulai dari awal sebelum memiliki anak," ujar dia.

Selain itu, umur 0 sampai 7 tahun adalah golden years. Ini yang perlu dipahami, di mana pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan emosional sangat berpengaruh dari lingkungan keluarga, terutama orang tua.

"Ini yang harus dipelajari oleh orangtua, jangan sampai ilmu yang belum cukup, emosi yang belum stabil dan aktualisasi diri belum sepadan dengan berkembangnya rumah tangga," tuturnya..

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel