Khawatir Dikepung Massa, Polisi Jaga Rumah Nikita Mirzani Sejak Kamis Malam

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ucapan Nikita Mirzani kembali menuai kontroversi. Kali ini soal komentarnya terkait kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. Nikita Mirzani sempat menyebut sang habib sebagai penjual obat.

Gara-gara itu, sejumlah pemuka agama merasa tak terima. Hingga salah satu ustaz yang bernama Maaher At-Thuwailibi mengultimatum bakal menurunkan massa untuk mengepung rumah Nikita Mirzani.

"Kepadamu hey b*** bet**a, l***e oplosan, penjual s*******n**n saya mengimbau 1x24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka, saya beserta 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu. Saya serius, saya tidak main-main," tutur Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang diunggahnya di Twitter.

Patroli

Nikita Mirzani. (Herman Zakharia/Liputan6.com)
Nikita Mirzani. (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Terkait hal ini, pihak Polres Metro Jakarta Selatan langsung berpatroli. Sejumlah personel diturunkan untuk berjaga di sekitar kediaman Nikita Mirzani di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, sejak Kamis (12/11/2020) malam.

"Dari semalam anggota kami telah patroli pengamanan di sekitar kediaman yang bersangkutan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingankan," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto, saat dihubungi, Jumat (13/11/2020).

Tanpa Diminta

Tidak hanya sumber tersebut yang melihatnya, tapi juga Nikita Mirzani. Dalam acara itu, ia mengaku pernah ketemu dengan keduanya di sebuah hotel. Akibat acara tersebut, membuat Ruben Onsu sahabat Ayu dan Raffi marah. (Bambang E Ros/Bintang.com)
Tidak hanya sumber tersebut yang melihatnya, tapi juga Nikita Mirzani. Dalam acara itu, ia mengaku pernah ketemu dengan keduanya di sebuah hotel. Akibat acara tersebut, membuat Ruben Onsu sahabat Ayu dan Raffi marah. (Bambang E Ros/Bintang.com)

Polisi masih terus berjaga meski Nikita Mirzani tak meminta secara khusus untuk mengamankan rumahnya.

"Kami juga masih melakukan patroli dan pengamanan di sekitar. Jadi memang tidak ada permintaan khusus dari yang bersangkutan untuk pengamanan wilayahnya atau kediaman yang bersangkutan," paparnya.

Jumlah Personel

Namun KBP Antonius Agus Rahmanto tak mengungkap secara detail terkait jumlah personel yang diturunkan. "Masalah jumlah kita normatif, kita melihat situasi hanya sifatnya pengamanan biasa. Tentunya kita tetap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.