Khawatir Gelombang 3 COVID-19, India Batasi Festival Keagamaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Delhi - Pihak berwenang India membatasi festival keagamaan besar yang menarik segerombolan orang mulai pekan ini. Seraya memperingati bahwa gelombang ketiga COVID-19 telah memasuki Mumbai.

Pemerintah negara bagian dengan 1,3 miliar penduduk, yang menyaksikan lonjakan infeksi COVID-19 yang menghancurkan pada bulan April hingga Mei memutuskan untuk membatasi pertemuan massal.

“Gelombang ketiga bukan tidak akan datang, itu sudah ada di sini,” ujar Wali Kota Mumbai, Kishori Pednekar pada Selasa 7 September 2021.

“Kita dapat merayakan festival nanti. Mari kita prioritaskan kehidupan dan kesehatan warga kita terlebih dahulu,” tambah Uddhav Thackeray, kepala menteri negara bagian barat Maharashtra, di mana Mumbai adalah ibu kotanya.

Ia menyampaikan hal tersebut jelang festival Hindu Ganesh Chaturthi selama 11 hari yang dimulai pada hari Jumat.

Melansir dari laman Al Jazeera, Jumat (10/9/2021), gelombang COVID-19 terakhir membanjiri rumah sakit India dan diketahui telah menewaskan lebih dari 200.000 orang.

Hal itu terjadi setelah salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, Kumbh Mela, yang menghadirkan sekitar 25 juta peziarah Hindu.

Pertemuan tersebut, rapat umum besar pemilihan negara bagian, dan varian virus Delta yang menular menjadi pemicu lonjakan COVID-19, menurut para ahli.

Pihak berwenang mengatakan lonjakan kasus belakangan ini di negara bagian selatan Kerala setelah festival Onam pada bulan Agustus seharusnya menjadi peringatan.

Namun, kerumunan orang masih tetap memadati pasar di Maharashtra dan negara bagian lain dalam beberapa hari terakhir, mengabaikan peringatan yang diberikan.

Pemerintah negara bagian akan membatasi ketinggian patung dewa berkepala gajah, Ganesha, untuk mengurangi jumlah umat yang membawanya selama festival.

Pawai pada hari pertama dan terakhir festival akan dilarang.

Pembatasan pergerakan dan kegiatan diperkirakan akan dikenalkan minggu ini karena kasus meningkat di kota besar Maharashtra lainnya, yakni Nagpur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kekhawatiran Pembukaan Kembali Sekolah

Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)
Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)

Di negara bagian tetangga, Karnataka, jam malam akan tetap diberlakukan dan distrik-distrik yang memiliki tingkat tes positif COVID-19 lebih tinggi akan dilarang mengadakan perayaan Ganesha.

Menteri Kesehatan Karnataka, K Sudhakar, mengatakan pada AFP bahwa para pejabat pun khawatir pada pembukaan kembali sekolah menengah atas dapat meningkatkan jumlah kasus.

Viti Kumar, seorang penduduk Lucknow di negara bagian utara Uttar Pradesh, mengutarakan bahwa ia khawatir orang-orang akan lengah saat festival.

“Saya tidak dapat mengambil resiko dengan putri saya. Syaa tidak akan mengirimnya ke sekolah,” katanya pada AFP.

Negara bagian selatan Tamil Nadu telah melarang perayaan festival publik, sementara negara bagian timur Bengal Barat diperkirakan akan memberlakukan pembatasan pada 9 hari perayaan Durga Puja di bulan Oktober.

India adalah negara kedua dengan kasus tertinggi di dunia dengan lebih dari 33 juta infeksi dan 441 ribu kematian akibat COVID-19.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel