Khawatir Penyebaran Corona Meningkat, Wali Kota Tangerang Minta Warganya di Rumah Saja saat Libur Panjang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jelang libur panjang cuti bersama 28 Oktober sampai 1 November, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, mengimbau agar jajarannya di Pemkot Tangerang, dan masyarakat tidak bepergian keluar rumah.

"Saya mengimbau agar masyarakat di rumah saja, kalaupun memang harus keluar rumah, tolong perketat penerapan 3M-nya. Tetap mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,"tutur Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Senin (26/10/2020).

Arief mengatakan, imbauan untuk tetap di rumah bukan tanpa alasan. Pasalnya apabila setelah libur panjang berakhir, kasus Covid-19 di Kota Tangerang biasanya akan meningkat.

"Biasanya setelah libur panjang, dua minggu setelahnya akan terjadi lonjakan kasus," kata Arief.

Sementara, per tanggal 25 Oktober 2020, kasus Covid-19 terkonfirmasi berjumlah 2.058 kasus.

Dari jumlah tersebut, 1.788 pasien dinyatakan sembuh, 64 meninggal dunia dan 206 pasien masih dalam perawatan.

Protokoler Kesehata Diutamakan

Wisatawan menaiki perahu saat mengunjungi TMII, Jakarta, Kamis (20/8/2020). Libur panjang yang bertepatan tahun baru islam di manfaatkan masyarakat bersama keluarga  berlibur ke sejumlah tempat wisata. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Wisatawan menaiki perahu saat mengunjungi TMII, Jakarta, Kamis (20/8/2020). Libur panjang yang bertepatan tahun baru islam di manfaatkan masyarakat bersama keluarga berlibur ke sejumlah tempat wisata. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, sebanyak 749 personel lalu lintas dikerahkan untuk mengamakan Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya volume kendaraan.

"Minggu ini mulai rabu-minggu ada libur panjang cuti bersama libur maulud nabi, Polda Metro Jaya mengadakan kegiatan pengamanan. Kita libatkan 749 personel," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Senin (26/10/2020).

Sambodo menerangkan, ada 16 pos pengamanan yang akan didirikan antara lain di jalur-jalur yang mengarah ke luar DKI Jakarta seperti Cikampek, Jagorawi, maupun Tangerang. Sambodo menambahkan, pos pengamanan juga didirikan di tempat-tempat wisata.

"Katanya tempat-tempat wisata pada masa PSBB transisi sudah mulai buka walau 50 persen. Nanti kita lihat kita akan amankan tempat wisata tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Sambodo memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 27 Oktober 2020 malam hingga Rabu 28 Oktober 2020.

"Puncak arus mudik liburan kemungkinan Selasa malam sampai Rabu pagi," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: