Khawatir PM Mark Rutte Diculik Geng Narkoba Mocro Mafia, Belanda Perketat Pengamanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Den Haag - Polisi Belanda telah meningkatkan keamanan untuk Perdana Menteri (PM) Mark Rutte, atas kekhawatiran dia mungkin menjadi sasaran penculikan atau serangan oleh geng narkoba. Demikian menurut laporan media lokal pada Senin 27 September 2021.

Ancaman terhadap PM Rutte, yang dikenal bersepeda untuk bekerja dengan sedikit keamanan, mengikuti pembunuhan seorang reporter investigasi terkemuka dan seorang pengacara yang keduanya terkait dengan pengadilan kejahatan terorganisir besar.

Perdana menteri Belanda berusia 54 tahun itu kabarnya diikuti pengintai untuk geng penyelundup narkoba yang dijuluki "Mocro Mafia", surat kabar De Telegraaf dan beberapa outlet berita melaporkan.

PM Rutte menolak mengomentari laporan itu ketika dia tiba dengan berjalan kaki di parlemen untuk pembicaraan koalisi yang sudah berjalan lama. "Saya tidak berkomentar tentang keselamatan atau keamanan."

Kantor PM Mark Rutte, koordinator nasional Belanda untuk keamanan dan kontraterorisme, dan kantor kejaksaan nasional juga menolak berkomentar.

"Saya tidak dalam posisi untuk berkomentar. Kami tidak pernah mengomentari masalah yang terkait dengan langkah-langkah keamanan," kata juru bicara kantor PM Rutte kepada AFP yang dikutip Selasa (28/9/2021).

Pemimpin sayap kanan Belanda Geert Wilders, yang tinggal di bawah penjagaan keamanan 24 jam karena ancaman pembunuhan, mengatakan berita itu "mengerikan".

"Anda tidak akan mengharapkan ini pada siapa pun. Semoga kuat Perdana Menteri Rutte," cuit Wilders, yang biasanya mengkritik keras perdana menteri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Keamanan Diperketat

Presiden Jokowi menunjukkan sejumlah bangunan yang ada di Istana Kepresidenan kepada PM Belanda Mark Rutte, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11). Keduanya melakukan pembicaraan khusus empat mata. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Presiden Jokowi menunjukkan sejumlah bangunan yang ada di Istana Kepresidenan kepada PM Belanda Mark Rutte, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11). Keduanya melakukan pembicaraan khusus empat mata. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pm Mark Rutte terkenal suka bepergian dengan sepeda di sekitar Den Haag, bahkan datang dengan kendaraan roda dua untuk bertemu dengan raja Belanda dan dengan para pemimpin asing, dengan sedikit keamanan di belakangnya.

Tetapi De Telegraaf mengatakan bahwa ada "sinyal bahwa dia (Rutte) mungkin menjadi target serangan atau penculikan", dan bahwa orang-orang mencurigakan yang diketahui memiliki hubungan dengan Mafia Mocro telah terlihat di dekatnya pada waktu dan tempat yang berbeda.

Pemandangan serupa dilaporkan terjadi dalam pembunuhan seorang reporter kriminal Belanda Peter R. de Vries pada Juli lalu, dan seorang pengacara untuk seorang saksi dalam persidangan seorang tersangka bos dari geng yang sama pada 2019, kata surat kabar itu.

"Itu sangat mengkhawatirkan bagi dinas keamanan sehingga dia diamankan," kata jurnalis Telegraaf Mick van Wely kepada jaringan televisi NOS.

Polisi terlatih khusus dari Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik Belanda telah ditugaskan untuk melindungi PM Rutte dengan "tindakan yang terlihat dan tidak terlihat", lapor De Telegraaf.

Pihak berwenang Belanda berjanji untuk menindak kejahatan terorganisir setelah pembunuhan De Vries.

Wartawan itu baru-baru ini bertindak sebagai penasihat dan orang kepercayaan Nabil B, saksi kunci negara dalam kasus Ridouan Taghi, yang digambarkan sebagai penjahat paling dicari di negara itu dan pemimpin utama Mafia Mocro.

Geng ini dijuluki Mocro Mafia karena anggotanya sebagian besar berasal dari Maroko dan Antillen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel