Khawatir Resesi, Spotify Mulai Mengurangi Jumlah Perekrutan Karyawan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kekhawatiran terhadap resesi ternyata berdampak terhadap rencana Spotify untuk merekrut karyawan. Meski belum diketahui kapan terjadinya resesi, kondisi ini membuat mereka harus berpikir ulang.

The Verge, Jumat (17/6), melaporkan bahwa perusahaan platform audio itu berencana mengurangi perekrutan karyawan sebanyak 25 persen. Dalam sebuah email internal kepada karyawan, CEO Spotify Danel Ek mengatakan perusahaan akan mengurangi pertumbuhan perekrutan karyawan.

"Spotify akan terus merekrut dan bertumbuh jumlah karyawan, hanya saja akan langkah itu akan lambat dan sedikit berhati-hati dengan tingkat absolut karyawan baru selama beberapa kuartal ke depan," jelas Daniel.

Dalam presentasi kepada investor pekan lalu, Daniel Ek mengatakan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya dalam langganan, tetapi juga vertikal di luar musik seperti podcast, dan audiobook (yang segera hadir).

Hal yang senada juga disampaikan Chief Financial Officer Spotify, Paul Vogel. Ia memberikan sinyal bahwa kepegawaian dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.

"Kami jelas menyadari meningkatnya ketidakpastian mengenai ekonomi global," kata Vogel.

"Sementara kami belum melihat dampak material apa pun terhadap bisnis kami, kami terus mencermati situasi dan mengevaluasi pertumbuhan karyawan kami dalam waktu dekat," imbuhnya.

Dilaporkan bahwa pada akhir Maret, platform streaming musik ini menyebutkan memiliki 8.230 karyawan penuh waktu secara global. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel