Khofifah dan Anies Baswedan Kompak

Siti Ruqoyah, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam satu acara penandatanganan kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi terkait pangan di Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kabuaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu, 25 April 2021.

Sebelum ke lokasi di Ngawi, Khofifah dan Anies bertemu terlebih dahulu di Balai Kota Madiun. Dari sana mereka berangkat ke Ngawi dengan menumpangi satu mobil. Keduanya terlihat akrab dengan obrolan gayeng dan santai. Jauh dari kesan perbedaan secara politik yang selama ini digambarkan publik.

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Pemkab Ngawi itu terkait pengembangan pertanian. DKI membutuhkan Jatim yang surplus beras untuk memenuhi kebutuhan pangan di Ibu Kota. Sementara Jatim, terutama Ngawi, terbantukan karena secara otomatis pasar beras produksi Jatim terbuka.

Khofifah menjelaskan, selain memasok kebutuhan beras, Ngawi bersama PT Food Station Tjipinang Jaya kembali menjalin kerjasama dengan Gapoktan Sido Rukun, Kabupaten Ngawi. Skema kolaborasinya, Pemkab Ngawi dan Gapoktan Sido Rukun menyiapkan lahan dan petaninya. Sementara Pemprov DKI melakukan pendampingan petani sekaligus menyediakan segala peralatan yang diperlukan.

Gapoktan Sido Rukun sendiri memiliki luas lahan 200 hektare dengan produktifitas 5,7 ton hingga 6 ton per hektarenya. Dengan potensi hasil 1.140 ton gabah kering panen dan 604 ton beras. "Kami berharap kerjasama ini semakin memperluas akses pasar beras Provinsi Jatim di Provinsi DKI Jakarta, karena surplus beras di Jatim mencapai 3,5 juta ton per tahun," kata Khofifah.

Dampak positif kerjasama tersebut, lanjut dia, adalah terbukanya pasar padi dan beras produksi gapoktan di Ngawi sehingga petani menemukan kepastian ketika panen. "Ada gabah kering panen (gkp), gabah kering giling (gkg), lalu beras pecah kulit (pk), kemudian beras premium. Ini varian produk yang sangat solutif untuk bisa menjadi akses pasar bagi para petani melalui gapoktan-gapoktan yang ada," katanya.

Dengan adanya kerjasama tersebut, mantan Menteri Sosial RI itu berharap, ke depan terbangun proses saling melengkapi dan menguntungkan kedua wilayah. "Ada profit bagi petani dan peternak di Jatim. Karena selain beras, Jatim juga surplus daging ayam dan telur. Begitu pula upaya membangun ketahanan pangan di DKI Jakarta akan terjaga," tandas Khofifah.

Sementara itu, Anies Baswedan menuturkan bahwa kerjasama lintas provinsi di bidang ketahanan pangan membawa keuntungan dan berkeadilan bagi pemerintah maupun petani. "Berkeadilan karena kegiatan kerjasama dengan Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun ini menjadi upaya kami untuk memastikan ketersediaan pasokan beras untuk warga Jakarta dan juga menghidupkan perdagangan antardaerah," ucapnya.

Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukannya adalah dalam rangka pengelolaan Gudang SRG Daya Tani Sembada dan kerjasama penyedian beras pecah kulit dan beras premium dengan Penggilingan Padi Daya Tani Sembada.

"Kerjasama dengan SRG Daya Tani Sembada sudah terjalin sejak 2015. Dua tahun terakhir 600 ton, adapun target tahun 2021 sejumlah 1.000 ton. Terkait kerjasama Penggilingan Daya Tani Sembada sejak 2019 sebesar 234 ton, lalu di tahun 2020 sebanyak, 6.508 ton. Sementara target tahun ini sekitar 2.250 ton," kata Pamrihadi.