Khofifah Datangi Daerah Terdampak Gempa Malang, Ini Temuannya

Ezra Sihite, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkeliling langsung meninjau korban gempa di Malang. Dia ingin memastikan penanganan korban gempa berjalan dengan benar. Apalagi Pemkab Malang sudah menetapkan status tanggap darurat gempa.

"Ada tiga titik yang Insya Allah saya kunjungi. Di Turen, Dampit, dan Ampelgading. Tapi kemarin, sudah saya sampaikan, poskonya ada di mana saja. Karena posko ini sangat penting menjadi sentral komunikasi dari seluruh lini," kata Khofifah pada Minggu, 11 April 2021.

Khofifah mengatakan, penanganan korban gempa berbeda dengan korban banjir atau bencana alam lainnya. Korban gempa membutuhkan tempat pengungsian yang lapang karena masih ada kekhawatiran gempa susulan. Untuk itu, dia meminta Bupati Malang untuk mengaktifkan Balai Desa sebagai tempat pengungsian sementara.

"Korban terdampak gempa ada kecenderungan suasana trauma psikologis. Itu yang menjadikan berbeda untuk menyiapkan tempat pengungsian. Kalau yang terdampak gempa itu dibutuhkan ruang yang relatif longgar, untuk mereka memastikan bahwa suasana aman. Jadi misalnya ada gempa susulan, mereka kemudian tidak berbondong bondong ke luar lalu akses pintunya terbatas. Maka balai desa menjadi opsi yang strategis," ujarnya.

Khofifah mengatakan, setelah tempat pengungsian sementara disiapkan, akan dilanjutkan dengan dapur umum untuk kebutuhan makan dan minum warga pengungsi. Kemudian para relawan mulai dari BPBD, TNI, dan Polri langasung turun melakukan evakuasi puing-puing bangunan.

"Kemudian dapur umum, ini SOP di setiap terjadi bencana alam. Kemudian proses evakuasi. Evakuasi menjadi penting, kita melihat TNI Polri dan relawan langsung turun. Ini artinya adalah proses evakuasi menjadi prioritas di saat tanggap darurat seperti sekarang. Penyelamatan warga harus diprioritaskan," tutur Khofifah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan asesmen hingga Minggu, 11 April 2021. Kabar terbaru sementara, sebanyak 750 bangunan di wilayah Kabupaten Malang dilaporkan rusak. Mulai dari kategori ringan hingga berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, dampak dari gempa berkekuatan 6,1 Skala Richer (SR) yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021 itu sebanyak 696 rumah rusak. 54 bangunan non rumah juga dilaporkan rusak.

"Benar ada 750 bangunan rusak. Tetapi ini masih sementara masih bisa bertambah karena proses asesmen terus berjalan. Rinciannya 696 rumah, dan 54 bangunan seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah dan tempat umum," kata Sadono.