Khofifah Keluarkan Dalil Imam Al-Ghazali Atasi Polemik Penanganan Klaster Sampoerna

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menanggapi mengenai polemik penanganan klaster Sampoerna Rungkut Surabaya, yang terjadi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Khofifah menceritakan, dirinya berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas terutama dari pemprov, hingga  pukul 23.30 WIB pada Jumat, 1 Mei 2020.

"Saya menyampaikan niatkan ini ijtihad, bekerja keras dan sungguh-sungguh, itu bahasa saya kepada tim dari pemprov," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 2 Mei 2020.

Khofifah Indar Parawansa mengutip dalil dari Imam Al Ghazali yang menyebut salah satu tugas pemimpin di lini manapun, level apapun adalah melindungi nyawa dan jiwa rakyatnya.

"Ini adalah tugas kita semua, jadi atas dasar kewajiban kita melindungi nyawa dan jiwa rakyat yang ada di dalam lingkup kepemimpinan kami semua," ucapnya.

"Kami semua itu ya ada pak sekda Gugus PSBB, ada pak dokter Kohar Gugus Tracing, ada pak Joni Gugus kuratif, semuanya-semuanya. Saya menyampaikan bahwa kita punya kewajiban melindungi nyawa dan jiwa rakyat," ia menambahkan.

Ada Tanggung Jawab

Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Sabtu (1/5/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Khofifah mengaku kemarin malam di depannya, dr Joni harus negosiasi dengan pemilik hotel. Karyawan itu dilakukan observasi karena terkonfirmasi yang positif dan agak keberatan hotel yang bersangkutan.

"Itu di depan saya negosiasi sampai pagi tadi, ya besok pagi kita akan siapkan rumah sakit untuk rujukan, terus ada dokter Ilham mengatakan di tempat saya masih ada sekian banyak bed dan seterusnya dan seterusnya," ucapnya.

"Betapa kita semua masuk pada koordinasi sangat teknis yang sifatnya adalah impersonal, tidak melihat dia dari level apa, dari mana dan seterusnya," Khofifah menambahkan.

Khofifah menegaskan, jadi ada satu etos kerja yang ingin bangun ini bukan semata-mata karena tugas, pokok dan fungsi (tupoksi). Akan tetapi, karena ada pertanggungjawaban ukhrawi. Ini menjadi penting untuk menjadi penguatan yang dilakukan ini juga ada pertanggungjawaban ukhrawinya.

"Kira-kira begitu, sekalian saya mohon tidak berpolemik karena yang kita lakukan adalah how to (solve-red) the problem," ucap Khofifah. 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini