Khofifah Minta Lansia Sebaiknya di Rumah Selama Libur Panjang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, libur dilanjutkan cuti bersama berpotensi salah terapkan protokol kesehatan, misalkan saat berwisata.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada para pengelola wisata untuk memperketat protokol kesehatan seiring masa libur panjang yang masih berlangsung hingga akhir pekan ini, sementara masyarakat, terutama yang lanjut usia atau lansia sebaiknya tetap di rumah saja.

"Sebab hari libur dilanjutkan cuti bersama akhir pekan ini sangat rentan atau berpotensi terjadinya kesalahan dalam penerapan protokol kesehatan," ujar Khofifah, seperti dikutip dari Antara, ditulis Jumat, (30/10/2020).

Pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020, kemudian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020, ditambah 31 Oktober dan 1 November yang bertepatan dengan hari Sabtu serta Minggu.

Sehingga, akhir bulan ini terdapat lima hari libur dan bakal dimanfaatkan masyarakat untuk liburan dengan pulang ke kampung halaman serta berwisata.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan pengelola tempat wisata, termasuk perhotelan serta restoran atau rumah makan. Ia mempersilakan masyarakat berwisata, tetapi juga diingatkan saat ini masa pandemi COVID-19 belum berhenti penyebarannya.

"Sementara yang berwisata silakan di tempat terbuka, lalu yang lanjut usia dan ada penyakit bawaan (komorbid), tolong tetap di rumah saja," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Sekarang, lanjut dia, berkat kepatuhan masyarakat, Provinsi Jatim sudah semakin melandai kasus COVID-19-nya, bahkan di 38 kabupaten/kota sudah tak ada zona merah (risiko penularan tinggi).

Menurut Khofifah, jangan sampai usai libur panjang, lalu angka positivity rate Jatim kembali melonjak sehingga seluruh pihak diminta tetap waspada dengan menerapkan ketat protokol kesehatan.

"Belajar dari pengalaman sebelumnya, libur panjang selalu berbuah lonjakan kasus, lantaran masih adanya perilaku warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat bepergian ke tempat wisata memanfaatkan liburan," tuturnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Perkembangan COVID-19 di Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, situasi COVID-19 di Jatim sesuai data nasional pada Kamis sore, pukul 16.00 WIB, secara kumulatif konfirmasi sebanyak 52.020 kasus, yang rinciannya dirawat jumlahnya 2.343 kasus (4,50 persen), angka sembuh mencapai 45.937 kasus (88,31 persen) dan meninggal dunia totalnya 3.740 kasus (7,19 persen).

Terkait sebaran zonasi, sejak beberapa hari terakhir belum berubah atau daerah berstatus zona orange (risiko penularan sedang) sebanyak 15 daerah, sedangkan zona kuning (risiko penularan rendah) jumlahnya 23 daerah.

Tentang pemeriksaan tes cepat dan tes usap, yakni sudah dilakukan sebanyak 1.033.319 kali tes cepat atau dengan populasi 40 juta penduduk di Jatim maka 1 dari 39 orang telah dites, kemudian tes usap mencapai 475.739 kali atau 1 dari 85 orang sudah diuji.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini