Khofifah Minta PLN Jatim Perbanyak Stasiun Pengisian Daya Motor Listrik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif pengembangan motor listrik karya anak bangsa di Jatim. Dirinya mengapresiasi serta dukungan penuh terhadap pertumbuhan kendaraan listrik , khususnya infrastuktur penunjangnya.

"Masyarakat berharap dengan kendaraan listrik tentunya lebih efisien dan operasionalnya juga mudah. Kami juga berharap masyarakat mendapat kemudahan untuk mengakses stasiun pengisian baterai dan charging station dimana saja, sehingga titiknya perlu diperbanyak," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (17/11/2021), dilansir dari Antara.

Sambutan positif Khofifah terkait motor listrik itu menanggapi permintaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim bahwa pemerintah provinsi setempat diminta mendukung pengembangan motor listrik yang dilakukan di wilayah tersebut karena infrastrukturnya sudah terbangun.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto mengatakan, salah satu infrastruktur yang sudah tersedia adalah keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Adi mengatakan, hingga saat ini terdapat delapan SPKLU di Jatim yang berada di enam titik, yakni PLN ULP Embong Wungu Surabaya, PLN UP3 Situbondo, PLN UP3 Banyuwangi, PLN UP3 Ponorogo, dan Rest Area 626A Madiun, serta di Rest Area 626B Madiun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Motor Listrik di Jatim

Burberry kenalkan motor mewah edisi terbatas hasil kolaborasi DAB motors. (dok/BURBERRY).
Burberry kenalkan motor mewah edisi terbatas hasil kolaborasi DAB motors. (dok/BURBERRY).

Sementara, lanjut dia, saat ini di seluruh Indonesia sudah ada 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun dijadwalkan akan ada 67 unit SPKLU yang beroperasi.

"Ini merupakan upaya PLN untuk memasifkan kendaraan listrik di Indonesia," kata Adi, dalam siaran persnya.

Untuk keberadaan motor listrik, Adi menjelaskan, saat ini di PLN UID Jatim sudah ada 265 motor listrik merek Gesits yang digunakan sebagai kendaraan operasional pelayanan pelanggan di 112 Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN se-Jawa Timur.

"Berawal dari itu, kami meminta Pemprov Jatim untuk ikut terlibat menyukseskan electrifying lifestyle, yakni mengubah kebiasaan dengan menggunakan kendaraan listrik yang lebih praktis, efisien dan tentunya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih kondusif," katanya.

Ia mengatakan, motor listrik merek Gesits merupakan hasil penelitan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dilakukan sejak 2007, dan pengembangannya dilakukan hingga 2015.

"Seiring dengan berjalannya waktu, motor listrik pun dipasarkan secara meluas setelah melalui kajian performa, jarak tempuh, konsumsi daya, dan aspek keselamatan," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel