Khofifah Pamer Bipang Jangkar yang Melegenda di Jawa Timur

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memamerkan jajanan bipang atau jipang lokal cap Jangkar. Hal itu dilakukannya saat bersama Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf meninjau proses pembuatan bipang legendaris di Jalan Lombok Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Minggu, 9 Mei 2021.

Bipang belakangan ini jadi topik ramai di obrolan media sosial. Penyebabnya karena Presiden Jokowi yang mempromosikan Bipang Ambawang. Rupanya, di Kalimantan Barat, Bipang Ambawang adalah makanan khas yang terbuat dari olahan babi. Pidato Jokowi soal Bipang itu sontak jadi polemik.

Selain itu, Bipang rupanya adalah nama lain dari jipang, jajanan lokal terbuat dari olahan beras yang rasanya manis. Penganan tradisional ini sampai sekarang masih banyak ditemukan di toko-toko atau penjual keliling. Salah satu jipang terkenal dan melegenda di Jatim ialah Jipang Jangkar yang diproduksi di Kota Pasuruan. Jipang Jangkar sudah ada sejak 72 tahun lalu.

Khofifah menyampaikan, Bipang Jangkar merupakan produk halal yang melegenda. Bahkan di setiap pengajian yang dikunjungi hampir selalu ditemukan produk Bipang Jangkar, di mana bahan baku utamanya berasal dari beras yang diolah. Hal ini menunjukkan bahwa produk Bipang Jangkar adalah produk yang halal untuk dikonsumsi.

"Kunjungan saya ke Bipang Jangkar ini sekaligus memastikan bahwa Bipang Jangkar berbeda dengan yang sedang viral yang berbahan baku tidak halal. Jadi saya ingin menyampaikan kepada semua pihak, bahwa Bipang Jangkar Produksi Pasuruan sudah berusia 72 tahun dan halal," ungkap Khofifah.

Menjelang lebaran seperti ini, lanjut Khofifah, biasanya permintaan bipang meningkat.

"Banyak produk-produk bipang Jangkar ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan aneka olahan rasa serta dikemas secara menarik. Sekali lagi masyarakat jangan khawatir, produk bipang ini sudah 72 tahun dan halal serta banyak yang sangat suka menikmatinya," tegasnya.

Bipang Jangkar dirintis sejak 1940 oleh Kwee Pwee Bhook. Jajanan ini sudah terkenal di kalangan pelaut yang singgah di Pelabuhan Pasuruan untuk dijadikan oleh-oleh. Berpusat di Jalan Lombok dekat pelabuhan Kota Pasuruan, jajanan yang terbuat dari beras dan berasa manis itu pun sangat digemari masyarakat Jawa Timur.