Khofifah: Pesta Ultah Jauh dari Tradisi Saya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mohon maaf terkait perayaan ulang tahunnya ke-56 yang videonya viral di media sosial.

Khofifah membeber kejadian sebenarnya setelah Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mencoba "pasang badan" dengan mengakui bahwa dirinya yang menginisiasi acara tersebut.

"Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa," ungkap Khofifah, Sabtu (22/5/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Khofifah juga menjelaskan jika catering tersebut adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu. Khofifah juga membantah mengundang kerumunan.

Karena lokasi acara saat itu di halaman luar rumah dinas dengan kapasitas normal bisa mencapai 1.000 orang. Jika ditambah ruangan samping bisa menampung 1.500 orang. Tetapi yang hadir saat itu hanya 31 orang ditambah 10 anak yatim dan 8 tim salawat rebana.

"Angle yang diambil terkesan berkerumun, saya mohon maaf. Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah, jauh dari tradisi saya," tegas Khofifah.

Undangan Duduk

Pandangan publik bahwa suasana acara tersebut nampak berkerumun karena undangan berdiri ia sebut adalah posisi jelang bubaran. Karena, imbuh Khofifah, pada dasarnya undangan duduk kecuali tim catering dan bagian umum.

"Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar- besarnya telah menjadikan suasana terganggu. Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut tidak benar sama sekali," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel