Khofifah Putuskan Malang Raya Belum Saatnya Menuju New Normal

Ridho Permana, Lucky Aditya (Malang)

VIVA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan wilayah Malang Raya, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang berstatus zona risiko sedang atau zona oranye belum berstatus zona kuning maupun zona hijau. Untuk itu, masa transisi new normal bakal berlanjut hingga sepekan kedepan. 

Keputusan itu, diambil usai Khofifah menggelar pertemuan dengan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dan Bupati Malang, M Sanusi di Bakorwil III Malang, Sabtu, 20 Juni 2020. Adapun masa transisi new normal di Malang Raya diterapkan sejak 31 Mei 2020 pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar berakhir. 

"Malang Raya masuk resiko sedang zona oranye. Sehingga posisinya masih transisi new normal. Masyarakat harus disiplin, garda terdepan adalah masyarakat karena sebelum vaksin ditemukan, vaksin COVID-19 adalah kedisiplinan," kata Khofifah. 

Bupati Malang, M Sanusi melaporkan kondisi di Kabupaten Malang. Dia mengungkapkan ada perkembangan yang signifikan di 33 kecamatan di Kabupaten Malang meski angka pasien positif COVID-19 terus bertambah. Dari total 33 kecamatan masih ada 3 kecamatan yang masuk zona merah, 14 kecamatan zona hijau dan 16 kecamatan sudah masuk zona kuning. 

"Namun demikian ternyata melawan COVID-19 tidak mudah ketika menuju normal sudah berjalan tiba-tiba ada orang pulang dari Surabaya (positif) menular, di Ngajum ada ABK (anak buah kapal) datang kemudian menular juga. Untuk itu kita galangkan terus kampung tangguh untuk memfilter COVID-19," ujar Sanusi.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan di wilayahnya mulai memperketat sejumlah aturan dalam peraturan wali kota. Sebab, sebagai daerah wisata di Jatim, sejumlah obyek wisata akan segera dibuka. Hotel yang tutup beroperasi selama 4 bulan kembali dibuka. Dari total 50 hotel lebih, hanya 20 hotel yang baru diperbolehkan kembali beroperasi. 

"Hotel setelah 4 bulan tutup akhirnya kita buka namun dari 50-an baru 20 yang buka kita punya tim yang melakukan penilaian sehigga tamu yang datang dinyatakan aman. Bahkan untuk tamu dari zona merah,  Surabaya dan Jakarta harus menyertakan hasil swab sebelum menginap di Batu," tutur Dewanti. 

Setelah Kabupaten Malang dan Kota Batu, Kota Malang melaporkan kondisi wilayahnya selama masa transisi new normal. Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi mengatakan bahwa di wilayahnya muncul kluster keluarga. Penyebabnya, karena pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga menular ke anggota keluarga lainnya. 

"Dalam beberapa hari terakhir klaster keluarga menjadi penyumbang pasien terbanyak. Karena faktanya di klaster keluarga, karena tidak ada kampung tangguh, untuk itu akan kita perkuat mulai RT sampai keluarga tangguh. Dan bagi yang tidak memenuhi kriteria rumah sehat dilarang isolasi mandiri di rumah," kata Sofyan Edi. 

Baca juga: Wagub DKI Sebut 79 Pedagang Pasar Terdampak Corona