Khofifah Tegaskan Tidak Ada Manipulasi Data terkait Level PPKM di Jatim

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan capaian Jatim yang masuk PPKM level 1 adalah otentik. Dia membantah adanya manipulasi data sehingga Jatim dan sejumlah daerah di Jatim masuk PPKM Level 1.

"Setiap level itu Kemenkes yang menentukan, kita hanya menerima data yang ada di Kemenkes tersebut," ujarnya di acara Virtual Class Liputan6.com dengan tema "Tren Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Jangan Lengah", Rabu (29/9/2021).

Khofifah mengakui dirinya banyak mendapat sorotan soal dugaan manipulasi data sehingga Jatim bisa masuk level 1. "Dari dulu saya selalu sering dituding manipulasi data. Ini jelas tidak benar. Yang menentukan level itu Kemenkes, zonasi itu BNPB, Tidak ada indikator bikinan Jatim," sambungnya.

Mantan Mensos itu menambahkan, selama ini pihaknya telah bekerja keras dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Hampir setiap malam saya hunting jurnal baru dengan dengan dokter-dokter untuk antisipasi kemungkinan adanya varian baru," ujarnya.

Penurunan kasus di Jatim, sambung Khofifah, juga tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat yang support langsung memantau penanganan Covid-19 di Jatim.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sinergi Forkopimda

"Panglima hadir, Kapolri hadir. Pak Luhut juga. Pak Menkes malah bolak balik ke Jatim. Mereka menyemangati petugas di lapangan langsung. Mereka akhirnya termotivasi dan semangat melawan pandemi Covid-19," katanya.

Selain itu, soliditas pimpinan daerah (forkopimda) juga menjadi hal penting. Pihaknya selalu bersinergi dengan pangdam dan Kapolda dalam setiap kegiatan penanganan Covid-19.

"Kemana-mana kita selalu berlima. Forkompimda harus solid, agar penanganan Covid-19 ini bisa maksimal," kanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel