Khofifah Turut Merasakan Gempa saat di Gedung Islamic Center Surabaya

Lis Yuliawati, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku turut merasakan goyangan tanah saat gempa berkekuatan 6,1 skala richter yang berpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi pada Sabtu siang, 10 April 2021. Saat itu, Khofifah tengah menghadiri sebuah acara di gedung Islamic Center Surabaya.

Berdasarkan data dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim, getaran gempa dirasakan di seluruh kabupaten/kota di Jatim.

VIVA yang saat itu tengah berada di Kabupaten Sidoarjo juga merasakan getaran. Warga di Kabupaten Sumenep, Madura, juga mengabarkan merasakan lindu. Bahkan, getaran gempa juga dirasakan di Jawa Tengah.

Khofifah mengatakan, ada beberapa kabupaten/kota yang terdampak kuat gempa yang terjadi. Daerah yang paling parah ada di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Dampit dan Jabung; Kabupaten Lumajang terutama di Kecamatan Tempursari dan Pronojiwo, dan Kabupaten Blitar terutama di Kecamatan Wates dan Binangun.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 6,1 skala richter yang berpusat di Kabupaten Malang itu, menjadi delapan orang. Lima korban meninggal dunia adalah warga Kabupaten Lumajang, sementara tiga korban meninggal dunia lainnya berasal dari Kabupaten Malang.

Atas timbulnya korban jiwa itu, Khofifah menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebut bahwa seluruh pihak, Forkopimda Jatim bersama tiga bupati terus melakukan koordinasi. Gerak cepat dan tanggap atas terjadinya bencana dilakukan secara simultan.

Tim BPBD kabupaten/kota dan BPBD Jatim langsung turun ke titik-titik yang membutuhkan reaksi tanggap kebencanaan dan evakuasi. Begitu pula relawan Tagana sudah berada di lokasi.

"Kita sudah mengirimkan tim untuk turun langsung ke titik-titik yang mengalami dampak parah. Agar segera dilakukan pengamanan, dan juga evakuasi. Ada tim dari BPBD kabupaten kota, juga dari provinsi yang kini ada di lokasi-lokasi terdampak untuk tanggap kebencanaan," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis.

Tim BPBD Jatim akan menerjunkan tim untuk menyiapkan tempat-tempat pengungsian jika dibutuhkan bagi korban yang mengalami kerusakan bangunan yang berat. Area pengungsian ini dikoordinasikan langsung oleh masing-masing bupati yang daerahnya terdampak.

"Saya, Kapolda, Pangdam, dan tiga bupati, yaitu Bupati Malang, Bupati Lumajang, dan Bupati Blitar, serta kepala daerah sekitarnya akan rapat secara virtual untuk mengkoordinasikan tentang dampak dan tanggap bencana gempa ini. Besok Insya Allah saya ke lokasi. Yang jelas evakuasi dan pendataan hingga kini terus kita lakukan," kata Khofifah.