Khurafat adalah Cerita yang Direkayasa, Ini Nama Lain dan Penyebab Kemunculannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Memahami khurafat adalah bagian dari cerita takhayul. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), khurafat adalah dongeng tentang ajaran dan sebagainya yang tidak masuk akal. Secara bahasa, khurafat adalah berasal dari kata “al-khurafat” yang artinya cerita bohong, dongeng, dan tahayul atau sesuatu yang tidak masuk akal.

Apabila dimaknai dari istilahnya dalam Islam, khurafat adalah keberadaan cerita yang direkayasa, ramalan, dan bentuk pemujaan. Ibnul Masud dalam buku berjudul Khurafat dalam Persepektif Al-Qur’an dan Hadist oleh Shalul Hamid bin Seeni menjelaskan, khurafat adalah berita yang dibumbui kedustaan.

Kemunculan khurafat adalah berasal dari kepercayaan yang ada pada masa nenek moyang dan diyakini sampai sekarang, diwariskan secara turun-temurun. Contoh nyata kepercayaan khurafat adalah mitos, pamali, zodiak, arti mimpi, dan masih banyak lagi. Itu pengertian khurafat secara singkat yang bisa dipahami.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang khurafat adalah cerita yang direkayasa, Rabu (29/12/2021).

Khurafat dalam Islam

Ilustrasi Islami, muslim, puasa. (Photo by Hasan Almasi on Unsplash)
Ilustrasi Islami, muslim, puasa. (Photo by Hasan Almasi on Unsplash)

Hal yang sama dijelaskan dalam buku berjudul Menabur Iman di Dada Anak oleh Wulan Mulya, khurafat adalah cerita-cerita yang dicampurkan perkara dusta, atau berdasarkan rekaan dan khayalan manusia semata. Lalu, bagaimana Islam memandang adanya khurafat itu?

Ali Mahfuz seorang ahli teologi Islam dalam buku berjudul Garis Panduan Khurafat dan Azimat oleh Jakim, khurafat adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal yang sehat. Orang yang membawa hal-hal yang bersifat khurafat biasanya suka memutar balikkan fakta, memberikan hal-hal yang bersifat dusta, dan menonjolkan hal-hal yang batil.

Ajaran agama Islam memandang, mempercayai dan melakukan tindak khurafat adalah bagian dari syirik yang dekat pada bid’ah. Dalam sebuah riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Mas’ud menjaskan Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa saja yang menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan kesyirikan.” (HR. Imam Ahmad).

Nama Lain Khurafat

Ilustrasi Perempuan Muslim Credit: freepik.com
Ilustrasi Perempuan Muslim Credit: freepik.com

Dalam Islam ada nama lain dari khurafat. Hal ini dipaparkan dalam skripsi berjudul Khurafat dalam Perspektif Islam oleh Anita Salamah yang diterbitkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Ini penjelasannya:

1. ‘Adwa

Penjangkitan atau penularan penyakit di zaman jahiliyyah mereka beranggapan bahwa penyakit berjangkit atau menular dengan sendirinya tanpa kehendak dan taqdir Allah SWT.

2. Thiyarah

Merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk yang artinya juga menganggap adanya firasat jelek karena melihat sesuatu seperti melihat burung, mendengar suara binatang, melihat bintang.

Kemudian pecahnya barang perabotan, panasnya cincin yang dibuat jadi jimat, bergetarnya keris di dalam sarungnya, melihat garis tangan, percaya dengan menghubungkan angka, tanggal lahir dan lain sebagainya.

3. Hamah

Jenis burung yang keluar pada malam hari seperti burung hantu dan lainnya. Orang-orang jahiliyyah merasa bernasib sial kalau melihat burung hantu, apabila ada burung hantu hinggap diatas rumah salah seorang diantara mereka, dia merasa bahwa burung itu membawa berita semakin dekatnya kematian dirinya atau salah satu dari anggota keluarganya.

4. Shafar

Ini bulan kedua dalam tahun Hijriyyah, orang-orang jahiliyyah beranggapan bahwa bulan ini membawa nasib sial atau tidak menguntungkan, dan termasuk didalamnya ada hari, atau tanggal yang tidak baik.

5. Nau’

Terbit atau teggelamnya suatu bintang. Orang-orang jahiliyyah menisbahkan (menjadikan sebab) akan turunnya hujan kepada bintang ini dan bintang itu.

6. Ghul

Hantu jenis jin atau setan. Dulu orang Arab beranggapan bahwa ghul menampakkan diri kepada manusia di padang pasir dan dapat berubah-ubah bentuk serta mereka yakin bahwa ghul dapat meyesatkan mereka (orang arab) dalam perjalanan lalu membinasakan mereka.

Penyebab Munculnya Khurafat

Ilustrasi Muslim - Image by Igor Ovsyannykov from Pixabay
Ilustrasi Muslim - Image by Igor Ovsyannykov from Pixabay

Kemunculan khurafat adalah bukan tanpa alasan jelas atau secara tiba-tiba hanya dibawa oleh nenek moyang, yang kemudian disampaikan serta dipercayai secara turun-temurun.

Dalam buku berjudul Bid’ah dan Khurafat oleh Abu Umar Abdilah, dijelaskan ada tujuh penyebab munculnya khurafat. Apa saja?

1. Kejahilan

Inilah faktor utama kenapa manusia sanggup melakukan amalan-amalan khurafat dan syirik, sebab itulah Islam amat menitik beratkan umatnya agar senantiasa meningkatkan keupayaan diri untuk menuntut ilmu agar manusia dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar.

2. Kepentingan Pribadi

Dari mendapatkan sesuatu dari kepentingan duniawi manusia sanggup melakukan apa saja walaupun terpaksa menggadaikan aqidah dan agamanaya serta terlibat dengan gejala mungkar.

3. Niat Jahat

Sesungguhnya di antara hikmah kenapa adanya surga dan neraka ialah karena adanya manusia yang baik dan yang ada jahat yang setiap hari senantiasa memikirkan bagaimana dia ingin merealisasikan niat dan amalanya itu.

4. Pergaulan

Faktor pergaulan juga menjadi sumbangan penting kearah terjebaknya seseorang dengan amalan khurafat.

5. Adat Kebiasaan

Faktor ini dikenal pasti sebagai penyumbang utama kearah berterusanya amalan khurafat dalam kehidupan-kehidupan manusia dengan slogan “Biar mati, anak jangan mati adat” seterusnya menjadikan mereka begitu bersemangat mengadakan amalan khurafat.

6. Kepercayaan Karut

Sebelum datanya Islam masyarakat kita telah lama menganut ajaran agama Hindu dengan berbagai faham dan upacara-upacara yang karut-marut.

7. Pengaruh Politik

Demi mendapatkan kuasa atau kedudukan duniawi ada sekelompok orang yang sanggup untuk terlibat pada gejala khurafat misalnya meminta bantuan pada dukun agar dapat memenangkan kedudukan tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel