Khusuk Mendengar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketika berada di negeri orang, rasanya sulit sekali menemukan hal-hal yang menjadi kekhasan daerah kita. Tidak cuma soal adat istiadatnya yang berbeda, makanan hingga fasilitas yang didapat juga rasanya sulit serupa meski terkadang ada sedikit persamaan.

Ketika menemukan kondisi yang menggambarkan suasana di Tanah Air rasanya gembira bukan main. Seperti itulah yang dirasakan jemaah haji Indonesia gelombang pertama saat berada di Masjid Nabawi.

Jemaah haji pria berbondong-bondong memadati area salat di Masjid Nabawi yang berada di pintu masuk 19. Merasa senang saat mengetahui ada khutbah atau kajian berbahasa Indonesia di area tersebut. Benar-benar seperti tengah mengikuti majelis taklim di Tanah Air.

Salah satu pengisi kajian adalah Ustaz Ariful Bahri. Dia memberikan kajian dengan materi berkaitan seputar manasik haji.

Pantauan tim Media Center Haji (MCH) 2022, jemaah duduk rapi menghadap pria lulusan Universitas Madinah itu. Semua mendengarkan khusuk ketika dia memulai kajian. Biasanya, pria asal Riau itu memulai kajian setiap ba'da Magrib hingga menjelang azan Isya.

Pada kajian hari itu, Ariful menjelaskan pada jemaah tentang persiapan menyambut wukuf di Arafah. Dia juga meminta jemaah benar-benar mempersiapkan diri utamanya kesehatan di sepanjang puncak haji.

Jemaah mengaku senang ada kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi.

"Senang sekali, enggak nyangka ada kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi," kata Abi, jemaah haji asal Jakarta, kala itu.

Abi sudah beberapa kali mengikuti kajian tersebut. Bahkan katanya, kajian itu masih ada hingga gelombang kedua.

"Kemarin ada lagi," katanya.

Abi berharap informasi adanya kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi diketahui banyak jemaah Indonesia. Kegiatan ini sangat positif untuk jemaah agar tetap mendapatkan siraman rohani.

"Semoga selalu ramai," kata Abi. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel