Khusus Ibu Hamil, Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ibu hamil memiliki pantangan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Mereka tidak boleh makan dan minum sembarangan untuk menjaga kesehatan kandungannya.

Mungkin saat hamil pertama kali banyak ibu hamil yang bingung tentang jenis makanan dan minuman yang harus dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi. Setiap individu memiliki kepercayaannya sendiri terhadap pantangan tersebut.

Ada beberapa makanan yang disarankan untuk jarang dikonsumsi, dan beberapa lainnya harus dihindari. Makanan yang dilarang itu jika dikonsumsi akan membahayakan bayi dalam kandungan.

Berikut daftar makanan dan minuman yang harus dihindari ibu hamil, seperti melansir dari Asia One, Kamis (25/3/2021).

1. Ikan Bermerkuri

Ini daftar 27 merek ikan makarel kalengan yang mengandung cacing. (Ilustrasi: maangchi.com)
Ini daftar 27 merek ikan makarel kalengan yang mengandung cacing. (Ilustrasi: maangchi.com)

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun jika dikonsumsi. Merkuri dapat mengganggu bahkan merusak sistem kekebalan, ginjal, dan sistem saraf manusia jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Ketika ikan bermerkuri dikonsumsi oleh wanita hamil, ini dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Meskipun dikonsumsi dalam jumlah rendah, merkuri tetap memiliki efek samping pada tubuh.

Namun, tidak semua ikan mengandung merkuri. Beberapa ikan yang mengandung merkuri tinggi yaitu ikan todak, ikan hiu, dan king mackerel.

2. Makanan Mentah dan Setengah Matang

Ilustrasi Telur Credit: pexels.com/Klaus
Ilustrasi Telur Credit: pexels.com/Klaus

Semua makanan mentah atau setengah matang tidak baik dikonsumsi wanita hamil. Pada telur mentah dan kecambah mentah terdapat bakteri salmonella yang menyebabkan mual, muntah, demam, kram perut, dan diare.

Daging mentah juga membawa bakteri salmonella, listeria, E. coli, dan toxoplasma yang dapat menganggu kesehatan kandungan.

Dalam beberapa kasus, memakan daging mentah atau setengah matang dapat menyebabkan penyakit saraf pada bayi seperti kebutaan, epilepsi, dan cacat intelektual. Kemungkinan hal itu dapat menyebkan kematian saat lahir.

Sementara, pada pepaya mentah atau setengah matang mengandung lateks konsentrasi tinggi. Ini dapat menyebabkan kontraksi pada uterus, komplikasi kesehatan pada bayi, dan kelahiran prematur.

3. Kafein

ilustrasi teh herbal untuk lambung/pexels
ilustrasi teh herbal untuk lambung/pexels

Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi kafein seperti kopi dan teh. Namun, bagi beberapa orang, teh aman dikonsumsi jika tidak terlalu sering. Asupan kafein yang tinggi saat hamil dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat.

Ini juga dapat meningkatkan risiko rendahnya berat badan bayi saat lahir. Selain itu, kafein dapat menyebabkan asam lambung, anemia, hingga keguguran. Jumlah asupan kafein yang aman dikonsumsi yaitu maksimal 200 mg dalam sehari atau setara dengan satu cangkir kopi.

4. Susu yang Tidak Disterilisasi

Ilustrasi susu sapi A2. Foto: Cats Coming-Pexels.
Ilustrasi susu sapi A2. Foto: Cats Coming-Pexels.

Susu yang tidak melewati sterilisasi tidak aman dikonsumsi saat masa kehamilan. Ini menandakan susu tersebut masih mentah dan mengandung banyak mikroba yang menyebabkan berbagai penyakit.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan kepada wanita hamil untuk tidak meminum susu mentah yang belum disterilisasi.

Dalam susu mentah itu terdapat bakteri listeria monocytogenes yang menyebabkan infeksi listeriosis. Penyakit infeksi ini berbahaya bagi janin di kandungan dan ibunya.

5. Makanan Cepat Saji

Ilustrasi junk food. (dok. Caleb Oquendo/Pexels.com)
Ilustrasi junk food. (dok. Caleb Oquendo/Pexels.com)

Ibu hamil disarankan untuk menghindari makanan cepat saji untuk menjaga kesehatan kandungan. Hal ini karena makanan cepat saji tidak memiliki nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

Makanan ini hanya akan merugikan kesehatan bayi dan ibu hamil. Beberapa risiko penyakit yang diterima seperti bayi mengalami obesitas, meningkatkan risiko cacat, alergi, dan asma.

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: