Khutbah Emosional Imam Masjidil Haram di Jumat Terakhir Ramadhan 1442H

·Bacaan 2 menit

VIVA – Imam sekaligus Khatib Masjidil Haram, Syeikh Saud Ibrahim Al Syuraim menyampaikan pesan khutbah yang sangat emosional pada Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah. Syeikh Syuraim didapuk sebagai khatib sekaligus imam Salat Jumat di Masjidil Haram pada hari ke 25 Ramadhan.

Dalam pesan khutbahnya, Syeikh Syuraim mengatakan bahwa bulan suci Ramadhan telah mendekat akhir, dimana siang dan malamnya yang penuh kebajikan akan segera berlalu. Saat-saat perpisahan dengan bulan penuh berkah, air mata akan terpancar bagi hati orang-orang yang selalu bertaubat.

Guru besar Ilmu Fiqih di Universitas Ummul Quro Mekah itu mengibaratkan bulan Ramadhan seperti tamu yang datang, ada saatnya bercengkrama, bersendagurau dan pada akhirnya ada waktu akan berpisah.

"Begitulah dunia, tidak ada sesuatu yang bisa dimiliki selamanya, hari yang berlalu tidak akan kembali, setiap hari yang berlalu akan mendekatkan kita pada ajal, umur semakin berkurang, dan kebahagian hanya bagi mereka yang selalu mendekat dengan Allah dan menjauhi segala larangannya," ungkapnya.

Bulan Ramadhan, kata Syeikh Syuraim, disifati Allah sebagai hari-hari yang telah ditentukan. Ketika tiba waktunya maka disyariatkan bagi Muslim untuk berpuasa. Sebagaimana halnya perbuatan baik yang dilakukan manusia akan diganjar 10 kali lipat hingga 700 kali lipat kebaikan, maka balasan orang yang berpuasa akan dilipatgandakan tanpa batas.

"Sebagaimana hadist Nabi SAW 'Semua amal ibadah anak Adam diganjar 10 kali lipat dan bisa sampai 700 kali lipat dan seterusnya'. Kata Allah dalam hadis Qudsi, 'Semua amal manusia miliknya, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya," ungkap Syekh Syuraim.

Seorang Muslim, lanjut dia, harus takut dengan kelalaian yang pernah dilakukannya. Karena salah satu hal yang paling buruk bagi manusia adalah manakala lalai dari ketaatan kepada Tuhannya. Menurut Syeikh Syuraim, dengan begitu hilang lah kesempatan untuk berbuat kebaikan dalam dirinya

"Sesungguhnya kesengsaraan bagi orang-orang yang tidak mengingat Allah di bulan Ramadhan, dan kebahagiaan orang adalah mereka yang mengingat Allah di setiap waktunya, mengingat Allah pada saat berdiri, duduk maupun berbaring, baik di tengah malam maupun di tengah hari," ujarnya.

Di akhir khutbahnya, suara Syeikh Syuraim mulai meninggi. Ia berpesan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan memanfaatkan sebaik-baiknya di sisa hari bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

Ia juga berpesan di waktu-waktu akhir bulan Ramadhan, disyariatkan untuk membayar zakat sebelum Salat Idul Fitri. Zakat dapat ditunaikan berupa bahan makanan pokok setara 1 sha’ gandum, kurma atau beras.

"Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian. Semoga Allah menerima amal kita, puasa dan qiyamulail. Semoga Allah mengampuni maksiat dan dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Semoga Allah menolong kita untuk bersegera memaksimalkan ibadah di sisa bulan Ramadhan, dan menutup kita dengan maaf dan ampunan serta dibebaskan dari api neraka, sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengetahui," tutupnya sembari bersalawat.