Kiai Fahim Jadi Tersangka dan Ditahan, Pengacara Klaim Tidak Ada Pencabulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ustaz Muhammad Fahim Mawardi atau Kiai Fahim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, akhirnya ditahan Polres Jember mulai Selasa (17/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Pria berkacamata itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan perdana selama hampir 24 jam sejak Senin (16/1) siang.

Belum ada keterangan resmi dari polisi tentang pasal apa yang dikenakan kepada Fahim. Tim kuasa hukum Fahim mengklaim, polisi mengubah pasal yang dikenakan kepada kliennya dari pelanggaran UU Perlindungan Anak menjadi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Perubahan itu terkait korban yang semula diduga santriwati di bawah umur, menjadi Ustazah AN yang sudah berusia 20 tahun.

"Tidak ada pencabulan, perselingkuhan, tidak ada itu. Apalagi pencabulan anak di bawah umur. Korbannya cuma satu orang, Ustazah AN," ujar Andy Cahyono Putra, salah satu pengacara Fahim saat dikonfirmasi merdeka.com pada Selasa (17/01).

Dilaporkan Istri

Sebagai informasi, sebelum menetapkan Fahim sebagai tersangka, polisi juga telah melakukan visum terhadap beberapa santriwati di pesantren yang diasuh Fahim. Dua dari empat santriwati tersebut masih di bawah umur.

Adapun Ustazah AN merupakan salah satu pengajar di Pesantren Al Djaliel 2 yang dipergoki berada dalam satu kamar dengan Fahim pada 4 Januari 2023, sekitar pukul 23:00 WIB. Kamar pribadi Fahim tersebut berada di lantai 2 dan selama ini digunakan sebagai studio. Selain sebagai pengasuh pesantren, Fahim juga dikenal sebagai youtuber dengan channel youtube bernama "Benteng Aqidah". Channel tersebut berisi ceramah Fahim tentang agama dan kritik-kritik terhadap pemerintah terkait isu-isu seputar liberal dan komunis.

Keberadaan ustazah AN dan Fahim dalam satu kamar pada malam hari itu, diketahui setelah seorang santriwati berinisial SY, mengetuk pintu kamar. Suara keras didengar HA, istri Fahim, yang berada di lantai bawah.

HA yang melapor ke polisi menuding suaminya melakukan perbuatan asusila dengan AN. Dia juga menyebut hubungan khusus Fahim dengan santriwati berinisial SY. Namun hal itu dibantah keras oleh pengacara Fahim.

"Dari pemeriksaan penyidik kepada tersangka semalam, tidak terjadi apa-apa di studio," tutur Andy.

Ia mengklaim, keberadaan AN bersama Fahim di kamar studio pada malam itu sekadar berkonsultasi terkait masalah pesantren. AN merupakan pengajar dari pesantren lain yang ditugaskan untuk membantu mengajar di Pesantren Al Djaliel 2 yang dipimpin Fahim.

"Dia (Ustazah AN) cuma sharing, menyampaikan ingin pulang. Tapi akhirnya tidak jadi pulang. Tetap mengajar di pondok. Hanya sebatas itu yang terjadi di ruangan studio," tegas Andy.

Sudah Nikah Siri

Lebih lanjut, Andy menyebut bahwa Fahim sudah menikahi AN secara siri atau nikah tanpa tercatat di pemerintah. Pernikahan itu untuk mencegah perzinaan di antara keduanya.

"Pernikahan ini karena kiai menjaga. Karena kiai suka, ada hati. Begitu pula dengan Ustazah AN juga ada hati. Daripada zina, ya sudah dinikahi secara siri saja,” tutur Andy.

Pernikahan itu terjadi sekitar bulan November atau Desember 2022. Meski mengklaim sebagai pasangan suami istri, pihak Fahim membantah bahwa telah bermesraan dengan Ustazah AN, seperti yang dituduhkan HA.

"Tapi walaupun dinikahi siri, tidak ada adegan berpelukan, berciuman apalagi hubungan suami istri. Itu tidak pernah terjadi," tegas Andy.

Untuk makin memperkuat klaimnya, tim kuasa hukum Fahim akan menghadirkan AN dalam jumpa pers dengan awak media. "Karena Ustazah AN juga bagian dari klien kami. Dan sekarang posisinya masih berada di Pesantren Al-Djaliel 2. Dia tidak merasa menjadi korban,” pungkas Andy.

Sementara, polisi belum merilis resmi seputar penetapan tersangka terhadap Fahim yang dilakukan sejak Jumat pekan lalu, termasuk pasal yang disangkakan. Begitu pula tentang penahanan terhadap Fahim yang dilakukan sejak Selasa ini.

"Nanti akan dilakukan rilis langsung oleh kapolres. Saat ini bapak kapolres masih di Jakarta," ujar Iptu Brisan Iman Nula, Kasi Humas Polres Jember, saat dikonfirmasi merdeka.com. [yan]