Kiai Fuad, Pengasuh Pesantren Sidogiri Pengganti Almarhum Kiai Nawawi

·Bacaan 1 menit

VIVAPesantren legendaris di Kota Pasuruan, Jawa Timur, yakni Pesantren Sidogiri, kini memiliki pengasuh baru sepeninggal pengasuh sebelumnya, KH Ahmad Nawawi Abdul Djalil, yang wafat pada 13 Juni 2021 lalu. Penggantinya ialah KH Ahmad Fuad Noerhasan.

“Pertama, Pengasuh Pesantren Sidogiri yang ke-13 adalah KH Fuad Noerhasan. Kedua, bahwa struktur Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri tanpa rais dan tanpa katib, diganti hanya seorang sekretaris jenderal atau sekjen ditugaskan kepada Ahmad Nawawi Sa'dullah,” demikian video yang beredar soal keputusan penetapan Pengasuh Pesantren Sidogiri yang baru, Kamis malam, 22 Juli 2021.

Anggota keluarga besar Pesantren Sidogiri Ilham Wahyudi membenarkan ketika dikonfirmasi VIVA terkait penunjukan Kiai Fuad sebagai pengasuh yang baru itu. Ketua Ikatan Alumni Santri Sidogiri Ahmad Sa’dullah Abdul Alim juga mengamini ketika dikonfirmasi terpisah. “Betul,” kata Ilham.

Kiai Fuad adalah bagian dari keluarga besar Pesantren Sidogiri. Ahmad menjelaskan, Kiai Fuad adalah putra dari Kiai Noerhasan. Adapun Kiai Noerhasan adalah putra dari Kiai Nawawi. Sedangkan Kiai Nawawi adalah putra dari Kiai Noerhasan.

Pesantren Sidogiri adalah pesantren tua di Jawa Timur. Mengutip laman sidogiri.net, Sidogiri yang mulanya hutan belantara dibabat oleh Sayyid Sulaiman, keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban.

Ayahnya, Sayyid Abdullah, perantau dari negeri wali, Tarim, Hadramaut, Yaman. Sedangkan ibu Sayyid Sulaiman, Sayyidah Khadijah adalah putri Sultan Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati.

Di Sidogiri kemudian Sayyid Sulaiman mendirikan pesantren, dibantu murid sekaligus menantunya asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Kiai Aminullah. Ada dua versi terkait tahun berdirinya, yakni tahun 1718 dan 1745. Yang terakhir disepakati majelis keluarga sebagai tahun berdirinya Pesantren Sidogiri.

Banyak ulama besar Tanah Air pernah nyantri di Pesantren Sidogiri. Di antaranya gurunya para ulama Nusantara yang juga penyokong utama berdirinya Nahdlatul Ulama, Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel