Kiara: Penggantian Dirjen Tangkap KKP Mendadak

Jakarta (ANTARA) - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengatakan, penggantian Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan dinilai mendadak karena berarti sudah dua kali terjadi penggantian kurang dari setahun.

"Penggantian eselon I Dirjen Perikanan Tangkap KKP nampak tiba-tiba, karena pejabat sebelumnya baru memulai kinerjanya," kata Sekretaris Jenderal Kiara, Abdul Halim, di Jakarta, Senin.

Abdul Halim mempertanyakan mengenai agenda di balik langkah mutasi tersebut apalagi karena Kiara melihat bahwa tahun 2013 adalah tahun politik.

Sekjen Kiara mengingatkan, pemerintah sudah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pemberdayaan dan penyejahteraan nelayan.

"Program-program ini harus dilanjutkan tanpa diskriminasi," katanya.

Ia berpendapat, terdapat indikasi bahwa program yang ada selama ini melemahkan masyarakat nelayan dan pembudidaya serta memberikan akses maksimal kepada pelaku usaha besar.

Padahal, ujar dia, nelayan tradisional adalah potret pelaku perikanan di Indonesia yang harus difasilitasi untuk menjadi sejahtera dan maju secara kolektif.

Sebagaimana diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo pada Senin (18/2) ini merombak jajarannya antara lain Dirjen Perikanan Tangkap KKP Heriyanto Marwoto dengan Gellwynn Jusuf yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KKP.

Padahal, Marwoto tidak mencapai satu tahun dalam posisi Dirjen Perikanan Tangkap KKP karena sebelumnya diangkat sebagai Dirjen Perikanan Tangkap KKP pada 23 Februari 2012, juga pada saat Sharif Cicip Sutardjo menjabat sebagai menteri.

Ketika itu, Marwoto yang menggantikan Dedy Heryadi Sutisna dilantik bersama tujuh pejabat lainnya.

Sharif saat itu mengatakan, pelantikan dan rotasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi di KKP.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.