Kiat Aman dan Nyaman Berkendara di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

·Bacaan 3 menit
Kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Puncak arus lalu lintas keluar Jabodetabek via jalan tol diprediksi terjadi hari ini, Kamis (24/12). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Situasi pandemi yang terjadi saat ini tentunya telah mengubah sebagian besar kebiasaan hidup masyarakat dalam beraktivitas. Mulai dari pergeseran gaya hidup yang lebih mementingkan faktor kesehatan, sampai harus beradaptasi kembali dengan berbagai kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan sehari-hari.

Begitu pula dengan kebiasaan orang saat berkendara yang mengalami adaptasi baru karena kondisi pandemi saat ini. Meski disarankan untuk di rumah saja, namun tidak menutup kemungkinan banyak orang yang masih harus melakukan aktivitasnya di luar rumah dengan berkendara seperti untuk bekerja, berbelanja kebutuhan pokok dan melakukan liburan serta road trip.

Menurut survei Cars.com, dari 516 responden survei, yang berlangsung dari 3-6 Juni 2020, 67% mengatakan pandemi telah meningkatkan kebutuhan mereka akan kendaraan pribadi, hal itu dikarenakan mereka menganggap mobil pribadi dianggap lebih aman dari ride sharing.

Hal ini menyebabkan munculnya fenomena weekend driver, atau para pengemudi yang biasanya hanya berkendara di akhir pekan kini menjadi pengendara yang regular (setiap hari). Dan ini berarti para pengendara yang saat ini ada di jalan mempunyai pengalaman berkendara yang tidak sesering pengemudi yang setiap hari berkendara dan melakukan mobilitas jarak menengah dan jauh.

Dari data dan fenomena tersebut berikut beberapa tips yang diberikan oleh Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) agar pengemudi aman berkendara dengan adaptasi kebiasaan baru:

1. Selalu Gunakan Safety Belt dengan Benar

Berdasarkan fakta yang ditemukan pada pengendara saat pandemi lebih sedikit orang yang menggunakan safety belt, Marcell Kurniawan berpesan agar para pengendara selalu memastikan safety belt selalu terpasang dengan baik sebelum pergi berkendara.

“Pastikan terdengar bunyi “ceklik” saat kepala safety belt dipasangkan. Selain itu pastikan juga safety belt terpasang dengan rapih, rapat dan rendah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Karena pemasangan safety belt yang benar akan meningkatkan keselamatan berkendara kita sebesar 42 persen,” ucap Marcell Kurniawan dalam sebuah webinar Car Community Meet Up 2020 baru-baru ini.

2. Bahaya Jalan Lengang dan Perhatikan Jarak Berhenti

Menurut National Highway Traffic Safety Administration, NHTSA. Di Amerika pada bulan April tahun ini, jumlah kendaraan di jalan turun 63% dibanding tahun lalu, hal itu mengakibatkan jalanan lebih sepi dan banyak orang mengendarai kendaraannya dengan lebih kencang. Insurance Business America menyebutkan, setidaknya ada 30% peningkatan di mana orang-orang mengemudi lebih dari 100km/jam dalam satu perjalanan.

Fokus pada kecepatan kendaraan pun menjadi hal yang perlu diperhatikan juga. Selain berpengaruh pada jarak berhenti, semakin kencang atau tinggi kecepatan kendaraan pengendara maka memerlukan jarak yang semakin jauh agar kendaraan tersebut dapat berhenti. Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah.

“Jarak reaksi dan jarak pengereman saat berada pada jalanan yang kering dan jalanan yang basah akan berbeda. Selain itu kecepatan juga akan menambah jarak berhenti, misalnya pengendara dengan kecepatan 50km/jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika akan menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 meter di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70km/jam dengan jarak yang sama,” jelasnya.

3. Kebiasaan Baru Kegiatan Otomotif

  • Memastikan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman)

  • Menjaga kesterilan eksterior dan interior kendaraan dengan mencuci kendaraan secara rutin

  • Meminimalisir kopdar (kopi darat) atau pertemuan langsung berskala besar dan menggantinya dengan pertemuan daring

  • Memproteksi dan mengalihkan risiko tinggi kendaraan bermotor dengan asuransi perlindungan kendaraan bermotor atau mobil.

Terkait asuransi mobil, pada kondisi pandemi seperti saat ini banyak kemungkinan kejahatan yang terjadi akibat menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu, banyaknya pengemudi yang ngebut, meningkatkan risiko laka terhadap kendaraan kita saat mengemudi. Oleh karenanya penting untuk memproteksi kendaraan dengan asuransi sebagai salah satu teknik berkendara aman di jalan.

Salah satu asuransi kendaraan yang bisa kamu andalkan adalah asuransi kendaraan bermotor yang mengusung tagline "Don't Worry, Be Happy". Sebagai asuransi yang sudah puluhan tahun hadir di Indonesia asuransi mobil ini juga menawarkan promo akhir tahun berupa voucher belanja hingga Rp 900.000 + bonus tambahan Diskon 20% jasa cleaning dari KliknClean + Diskon 50% jasa fogging PDV Detailing + layanan Home Survey.

Yuk, manfaatkan promo asuransi mobil terbaik. Beli online dan klaim mudah.

(*)