Kiat Djadjang Nurdjaman Membuat Barito Putera Siap Bertaji di Piala Menpora dalam Waktu Singkat

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Yogyakarta - Hampir semua klub menghadapi kendala yang sama dalam mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Menpora 2021, yaitu mepetnya waktu untuk menggembleng para pemainnya, termasuk Barito Putera.

Kecerdikan dan keahlian seorang pelatih diuji dalam kondisi seperti ini. Juru taktik tim harus memiliki siasat dan trik memanfaatkan waktu yang singkat untuk menyulap para pemainnya agar bisa bertarung dengan maksimal.

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, memiliki kiat khusus menyiasati kendala tersebut agar Rizki Pora dkk. tetap memiliki taji saat menghadapi tiga tim di Grup A, yaitu Arema FC, PSIS Semarang, dan Tira Persikabo, di Stadion Manahan Solo.

Metode yang diterapkan Djanur, sapaan karib Djadjang Nurdjaman, adalah melakukan combine training. Cara ini sudah dilakukan sejak Laskar Antasari menggelar latihan perdana di Yogyakarta pada 8 Maret 2021.

"Karena waktu mepet, tim pelatih menggunakan metode combine training yang merupakan gabungan latihan fisik, taktik, dan strategi sekaligus. Kami tidak mungkin menjalankan program latihan yang ideal," ujar Djanur.

Dalam sesi latihan, Djanur bisa menggabungkan fisik dan taktik.

"Awalnya kami berlatih fisik. Sorenya anak-anak kami beri menu latihan taktikal menggunakan bola. Intensitasnya kami naikkan setiap hari hingga mencapai peak jelang Piala Menpora nanti digelar," ujar pelatih Barito Putera.

Program Berjalan Baik

Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Djanur, yang punya pengalaman menangani Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan, mengungkapkan bahwa semua pemain Barito Putera bisa menjalankan program yang diberikan dengan sangat baik.

"Hingga kini tidak ada kendala. Anak-anak antusias dan bisa menerapkan latihan. Insyaallah Barito Putera siap berlaga di turnamen ini. Para pemain juga mampu menyerap taktikal yang akan kami mainkan nanti," ucapnya.

Djanur juga mengakui hampir satu tahun tanpa aktivitas latihan dan bertanding membuat para pemain seperti kehilangan sentuhan.

"Susah kalau lama tidak beraktivitas. Pada awalnya saja kagok. Tapi, perlahan fisik dan sentuhan bola mereka sudah kembali," ujarnya.

Video