Kiat Mempertahankan Eksistensi Brand Lokal di Tengah Pandemi

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mempertahankan eksistensi sebuah brand lokal di tengah pandemi, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengusaha. Hal yang sama dirasakan oleh Mayuko Haznam Brand owner dari Ayano Brand, Safiya Clothing Line dan Aharyacitta.

Wanita yang juga mantan model era 90-an ini juga mengakui, di tengah Pandemi ini cukup sulit untuk bisa terus mempertahankan brandnya. Untuk itu, sejumlah kiat dilakukan agar mampu mempertahankan roda ekonomi dan jalannya usaha dari brand tersebut.

Seperti memaksimalkan penggunaan bahan hingga nyaris tidak ada yang tidak dimanfaatkan. Selain itu, bahan yang tak tersisa tentu mengurangi limbah bahan baku yang bisa mencemari lingkungan.

Kiat-kiat tersebut rupanya telah dilakoni sejak tahun 2017 lalu dan kian diperketat di saat pandemi melanda. Hingga kini, upaya tersebut cukup konsisten dan dilakukan terus menerus.

"Kami sangat environment concious dalam mengembangkan karya Karya kami" terang wanita yang juga dikenal dengan nama Mayuko Anantawikrama.

Di sisi lain, penghematan bahan tersebut sudah menjadi tren yang kian disadari oleh banyak pihak saat ini, baik itu produsen maupun konsumen. Dengan begitu, memaksimalkan pemakaian bahan akan membuat industri fashion kian mengasah kreativitasnya.

"Tren dunia yang juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingungkan mendorong kami untuk semakin kreatif dalam memaksimalkan pemanfaatan bahan," ungkapnya lagi.

Sebagai pelaku UKM diskusi oleh Mayuko bahwa menjaga kesinambungan supply chain bukan hal yang mudah. Mayuko berharap, kiat yang telah dijalaninya itu akan membuat brand miliknya bisa menciptakan karya lebih banyak dan bertahan di tengah pandemi.

"Tapi kami akan berjalan terus mempertahankan Brand kami dengan terus mencoba berbagai Inovasi pemanfaatan bahan," tutup Mayuko dalam perbincangan singkat dengan VIVA.