Kiat Persiapkan Mental Sebelum Berolahraga, Agar Niat Tak Berakhir Jadi Wacana

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Semua orang tahu bahwa berolahraga secara konsisten setiap hari sangat penting untuk kesehatan dan kebugaran kita. Terutama di masa pandemi seperti ini, ketika setiap individu harus memperkuat sistem kekebalan untuk melindungi diri dari virus dan penyakit. Tetapi, berolahraga secara konsisten adalah salah satu hal tersulit untuk dicapai.

Awalnya akan muncul perasaan sangat antusias dan termotivasi saat ingin mulai berolahraga. Namun semakin lama, akan semakin mudah pula berpuas diri sebelum mencapai tujuan. Banyak orang melupakan tujuan mereka hanya dalam beberapa minggu setelah program memulai kebugaran mereka, dan itulah alasan utama mengapa begitu sulit untuk mencapai hasil yang yang didambakan.

Maka itu, mempersiapkan mental Anda sebelum mulai berolahraga sangat penting untuk membantu memupuk komitmen tersebut. Tidak peduli apakah itu olahraga kardio, kelas boxing, Muay Thai, atau kelas BJJ, masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengondisikan pikiran saat bersiap untuk beraktivitas fisik. Dengan begitu, Anda dapat menjalano setiap sesi olahraga dengan maksimal pula.

Terkadang, rahasia sukses dari program kebugaran adalah sesederhana mengingatkan diri sendiri tentang apa tujuan Anda menjalankan program tersebut. Pada beberapa kasus, hal yang paling sulit ketika ingin memulai berolahraga adalah saat pertama kali mencoba beranjak dari tempat duduk dan mulai bergerak.

Untuk itu, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memotivasi diri Anda agar memiliki semangat yang lebih tinggi, meskipun di hari yang sungguh tidak menggairahkan. Mengutip theAsianParents.com, Rabu, 11 November 2020, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan diri dari segi mental setiap ingin memulai kegiatan berolahraga.

1. Ingat Kembali Tujuan Awal Anda

Ingat tujuan awal saat Anda memulai program olahraga rutin. (dok. Ketut Subiyanto via Pexels/ Brigitta Bellion)
Ingat tujuan awal saat Anda memulai program olahraga rutin. (dok. Ketut Subiyanto via Pexels/ Brigitta Bellion)

Perjalanan komitmen berolahraga tentu tak selalu mulus. Selalu ada waktu-waktu tertentu yang membuat badan terasa lemas dan tak bersedia untuk bergerak. Setiap kali Anda bergerak, semakin Anda ingin berhenti. Yakinlah, bahwa bukan hanya Anda yang mengalami hal ini.

Oleh karena itu, sebelum mulai berolahraga, ada baiknya mengingatkan diri sendiri tentang tujuan awal yang ingin dicapai sebelumnya. Mungkinkah untuk mendapat bentuk tubuh yang lebih baik, atau sekadar ingin memperbaiki pola hidup sehat bagi masa depan. Apapun tujuannya, ingatlah selalu tujuan itu sebelum olahraga. Semakin Anda fokus pada tujuan tersebut, maka semakin mudah pula bagi Anda melakukannya.

2. Catat Aktivitas Olahraga

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mencatat seluruh kegiataan olahraga Anda pada sebuah jurnal atau buku harian. Menyimpan catatan harian olahraga akan membuatnya lebih mudah untuk mengingat kembali keadaan mental Anda setiap mulai berolahraga. Catatan ini akan merekam jejak perjalanan olahraga, sehingga dapat menjadi motivasi bagi Anda.

Jadikanlah catatan harian olahraga itu sebagai kebiasaan setelah olahraga, catat apa yang membuat hari itu menyenangkan atau juga melelahkan bagi Anda. Tujuannya adalah untuk berkomunikasi dengan diri Anda sendiri, memahami bagaimana tubuh dan pikiran itu bekerja, dan bagaimana cara yang tepat melatih pikiran agar terus termotivasi dan memberi dorongan energi setiap ingin mulai berolahraga.

3. Kenali Arti Perjuangannya

Ilustrasi olahraga (dok. Twitter EvolveMMA /https://twitter.com/EvolveMMA/status/1263058304625868800/photo/1/ Brigitta Bellion)
Ilustrasi olahraga (dok. Twitter EvolveMMA /https://twitter.com/EvolveMMA/status/1263058304625868800/photo/1/ Brigitta Bellion)

Kembali pada pembahasan sebelumnya, bahwa akan selalu ada hari-hari yang melelahkan dan membuat tubuh malas bergerak, dan tentunya karena olahraga itu adalah aktivitas yang cukup sulit. Namun, semakin Anda memahami kesulitannya dan menghargai perjuangan di baliknya, Anda dapat mendorong diri lebih keras lagi.

Tidak ada hal yang berujung baik tanpa usaha yang maksimal, begitu pula dengan olahraga. Butuh 8--12 minggu dengan olahraga intens barulah Anda dapat melihat hasilnya, maka penting untuk bersabar dan jangan lupakan konsistensi sebagai kunci keberhasilannya. Meski berat, Anda harus tetap berusaha keluar dari nyaman, dorong diri Anda lebih keras lagi.

4. Ingat Siapa yang Anda Hadapi

Dalam pertempuran antara Anda dan timbangan berat badan, ada baiknya Anda mengenali dengan tepat apa yang sedang Anda lawan. Musuh terberat yang akan Anda hadapi sebenarnya adalah diri Anda sendiri dan pikiran Anda sendiri.

Akan ada banyak hari ketika Anda mencoba melarikan diri dari program olahraga rutin, mungkin di hari pertama, di minggu kedua, atau hari lainnya. Ketika perasaan ragu, malas, dan ingin berhenti itu hadir, ingatlah bahwa semua perasaan itu adalah pikiran Anda sendiri. Lihat kembali perjuangan Anda selama ini dan lawanlah suara batin Anda yang jahat itu. Ketika Anda sadar, lawanlah suara batin itu dan menangkan pertarungan Anda.

5. Bebaskan Pikiran

Ilustrasi meditasi (dok. Rodnae Productions via Pexels/ Brigitta Bellion)
Ilustrasi meditasi (dok. Rodnae Productions via Pexels/ Brigitta Bellion)

Membebaskan pikiran Anda dari hal-hal yang tak diinginkan adalah salah satu cara paling efektif untuk mendorong keluar mental dan niat untuk berolahraga itu sendiri. Sangat penting untuk segera menghindari segala gangguan eksternal, pikiran yang mengelabui kemampuan fisik, dan hal yang merusak pikiran Anda untuk meraih kualitas olahraga yang baik.

Satu cara yang dapat dilakukan untuk membebaskan pikiran adalah dengan melakukan satu sesi meditasi singkat sebelum hendak memulai aktivitas olahraga rutin. Meditasi adalah cara yang sangat baik untuk mempersiapkan pikiran Anda dalam menghadapi sesi olahraga yang berat.

Meditasi efektif membantu diri untuk lebih rileks dan merenggangkan otot-otot tubuh. Di lain sisi, meditasi dapat mendorong Anda agar lebih fokus dan mampu mengendalikan diri saat berolahraga, membantu mengurai kadar kortisol yang umumnya cenderung meningkat selama sesi olahraga yang intens. (Brigitta Valencia Bellion)

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: