Kibarkan Bendera Putih, Pemilik Jual Tempat Wisata Gunung Kuniran

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 yang melanda lebih dari setahun terakhir ini membuat pelaku usaha wisata di Kulonprogo, Yogyakarta, kelimpungan. Bahkan ada pengelola tempat wisata di selatan Yogyakarta itu yang akhirnya menyerah dan menjual separuh dari lahan obyek wisatanya untuk bertahan di tengah himpitan ekonomi imbas pandemi.

Rencana menjual salah satu tempat obyek wisata di Kulonprogo itu sempat ramai diperbicangkan di jagat maya. Salah seorang memposting menjual tanah yang diatasnya adalah obyek wisata Gunung Kuniran yang berada di Dusun Pandu, Kelurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo.

Pemilik wisata objek wisata Gunung Kuniran, Rahmat Prasetyo saat dikonfirmasi mengakui rencana menjual lokasi obyek wisata yang dia kelola. Alasannya, sudah tidak mampu membayar gaji karyawan dan sepinya jumlah wisatawan akibat pandemi COVID-19 ditambah penerapan PPKM.

Rahmat mengatakan luas lahan keseluruhan 2,8 hektare, dan sudah ada sertifikat hak milik (SHM).

"Rencananya saya jual hanya 1,5 hektare sampai dengan dua hektare. Namun, jika ada pembeli atau investor yang berminat membeli seluruhnya, bisa saja dilakukan. Namun, dengan sejumlah syarat," kata Rahmat

Ia mengatakan harga tanah ditawarkan Rp500 ribu per meter. Namun, angka tersebut tidak mutlak. Artinya, masih bisa terjadi negosiasi dengan calon pembeli. Namun demikian, sampai saat ini belum ada investor maupun calon pembeli yang serius bertransaksi dengannya.

Syarat dijual seluruhnya, yakni investor harus melibatkan masyarakat di sekitar objek wisata Gunung Kuniran. Selama ini, masyarakat juga berkontribusi terhadap kemajuan objek wisata Gunung Kuniran yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Wates.

"Selama ini kami libatkan warga yang berada di sekitar lokasi objek wisata Gunung Kuniran. Mereka tergabung dalam paguyuban Gunung Kuniran yang beranggotakan sekitar 45 orang. Saya ingin warga tetap dilibatkan dalam pengelolaan objek wisata gunung Kuniran. Walaupun, nanti kepemilikannya bukan lagi atas nama saya," ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan objek wisata Gunung Kuniran sudah beroperasi sejak 2018 lalu. Gunung Kuniran sendiri sebenarnya belum utuh menjadi sebuah destinasi wisata. Namun, Ia tidak bisa melanjutkan pengembangan karena stok cadangan uang objek wisata Gunung Kuniran semakin menipis.

"Pengembangan belum 100 persen. Fokus di pembangunan jalan. Paling bisa dikatakan baru 15 persen. Padahal, pengembangan kawasan Gunung Kuniran membutuhkan biaya yang besar. Objek wisata Gunung Kuniran tidak hanya menyajikan spot foto, tapi juga kuliner, outbound, hingga tempat minum kopi," kata Rahmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito mengatakan bahwa hal tersebut sudah ranah pengelola dan pemilik lahan. Terlebih lahan wisata Gunung Kuniran juga dimiliki secara pribadi.

Namun demikian, ia berharap pengembangannya bisa berlanjut dengan melibatkan masyarakat sekitar sebab, salah satu destinasi wisata di Kokap itu memiliki prospek yang cukup bagus dan memiliki ciri khas tersendiri.

"Sebenarnya, kami berharap dilanjutkan siapapun yang membelinya nanti," harapnya. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel