Kilang Balikpapan kembali beroperasi normal pascakebakaran Jumat siang

Risbiani Fardaniah

Pasca kebakaran pada Jumat (19/8) siang di area Hydrocracker Unit Plant 3B, kegiatan operasional Kilang Balikpapan tetap berjalan dengan normal. Tim Pemadam Kebakaran dari Health Safety Environment Pertamina Refinery Unit (HSSE RU) V, percikan api yang muncul dapat dipadamkan dalam waktu 30 menit.

Tim HSSE menggunakan tiga mobil pemadam kebakaran dan tiga unit trailer foam (busa). Selama masa 30 menit tersebut antara pukul 14.27 dan 15.05 WITA hampir seluruh bagian unit Hydrocracker 3B disemprot air dan busa dari berbagai penjuru.

Usai insiden itu kilang kembali beroperasi mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar kebutuhan masyarakat.

Hydrocracker Unit 3B merupakan satu fasilitas untuk memproses bahan baku sekunder, pemilah minyak mentah, menjadi minya diesel, kerosin, dan avtur atau bahan bakar pesawat jet.

Baca juga: Kebakaran landa area Proyek RDMP Kilang Balikpapan

“Jadi kilang Pertamina Balikpapan tetap beroperasi dan pasokan BBM ke Terminal BBM di wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur tetap berjalan normal," kata Humas Pertamina Kalimantan Roberth Dumatubun, Sabtu. Saat ini juga masih berlangsung penyelidikan atau investigasi tentang asal api.

Diketahui bahwa tidak setiap kilang minyak memiliki fasilitas hydrocraker. Fasilitas ini mampu membuat produk bernilai ekonomi rendah sebab berkadar belerang tinggi menjadi bahan bakar bernilai ekonomi tinggi dengan kadar belerang rendah dan lebih ramah lingkungan seperti yang disyaratkan dunia sekarang dengan standar Euro.

Saat ini kilang Pertamina Balikpapan memproduksi minyak mentah menjadi sejumlah bahan bakar dengan kapasitas 260.000 barel per hari.

Saat ini juga sedang berlangsung Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yaitu proyek peningkatan kapasitas kilang tersebut menjadi 360.000 barel per hari. “Kami tetap menerapkan standar kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi, dan tidak ada kompromi soal itu,” tegas Dumatubun.

Reaksi cepat seluruh unit yang bertugas saat kejadian ini, ujarnya, adalah tanda dari kesiagaan dan profesionalisme. Seluruh unit dan fasilitas yang digunakan untuk pemadaman juga bekerja dengan baik seperti seharusnya.

Baca juga: Menteri ESDM apresiasi kemajuan RDMP Balikpapan