Kilang Pertamina Cilacap yang Terbakar Berhasil Dipadamkan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kilang Pertamina Cilacap yang terbakar sudah berhasil dipadamkan. Kebakaran terjadi pada tangki di area Kilang Pertamina Cilacap Jawa Tengah, pada Sabtu 13 November 2021 sekitar pukul 19.30 WIB.

"Alhamdulillah api sudah padam 23.05 (WIB)," jelas Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya kepada Liputan6.com, Minggu (14/11/2021).

Ifki mengatakan, upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh Pertamina dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar. Sedangkan untuk tangki di sekitar dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran.

Ifki pun memastikan, insiden kebakaran pada salah satu tangki di Kilang Pertamina Cilacap tidak akan berdampak terhadap distribusi BBM dan elpiji kepada masyarakat.

"Saat ini, Pertamina juga memastikan pasokan BBM dan Elpiji ke masyarakat dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan," tegas dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

80 Warga Dievakuasi

Sebelumnya, insiden kebakaran yang terjadi di salah satu tangki di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu 13 November 2021.

Pemadaman tangki Kilang Pertamina Cilacap dilakukan dengan defensive fire fighting dengan fire truck dan hydrant serts pendinginan di area sekitar tanki yang terbakar.

"Untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman, Pertamina sigap lakukan evakuasi sekitar 80 warga dari Kelurahan Lomanis ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis," kata Ifki.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina, dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki 228 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel