Kilang Pertamina Internasional catat kinerja positif triwulan I 2021

·Bacaan 1 menit

PT Kilang Pertamina Internasional mencatatkan kinerja positif bisnis pengolahan dan petrokimia dengan melampaui target yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada triwulan I 2021.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan faktor utama yang mendorong kinerja positif tersebut, antara lain optimasi kilang dan efisiensi biaya operasional.

“Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan minyak mentah. Kami diberikan fleksibilitas dalam mengolah minyak mentah negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik," kata Djoko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi sesuai dengan pergerakan crack spread atau perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang.

Menurut Djoko, upaya optimasi berhasil menjadikan imbal hasil produk di atas target. Persentase produksi bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak dan petrokimia mencapai realisasi di atas 79 persen lebih tinggi dibandingkan target pada RKAP sekitar 78 persen.

"Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100 persen lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99 persen," kata Djoko.

Adapun faktor kedua terkait efisiensi biaya operasi kilang, lanjut dia, pemakaian energi yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP.

Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau Energy Intensity Index (EII) tercatat di angka 108,6 atau lebih rendah daripada yang ditetapkan dalam RKAP yang hampir sebesar 109.

Kinerja positif Kilang Pertamina Internasional juga tak lepas dari dukungan mitra bisnis, seperti Patra Niaga yang telah menjual produk bahan bakar minyak berkualitas dan Perusahaan Gas Negara yang telah memasok gas alam ke kilang-kilang Pertamina untuk proses produksi.

Baca juga: Raup laba Rp14 triliun, strategi bisnis Pertamina dinilai tepat
Baca juga: Anggota DPR: Kinerja Pertamina perlu ditiru BUMN lain

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel