Kilas Balik Esports Indonesia : Kejutan Alter Ego dan Kemapanan Rizky Faidan

·Bacaan 6 menit

PANDEMI virus corona yang menyebabkan COVID-19 sejak pertengahan Maret 2020 mengubah hampir seluruh agenda. Tak sekadar rencana, COVID-19 juga sanggup mencetak warna dan tatanan baru bagaimana olahraga digital 'beraksi'.

Yup, olahraga secara virtual menjadi bagian tak terhindarkan dari sebagian besar warga negara Indonesia dalam sembilan bulan terakhir. Mereka terbagi menjadi beberapa golongan, termasuk sekadar berolahraga digital dan atlet olahraga digital.

Satu di antara varian olahraga digital yang mencuat drastis sepanjang 2020 adalah esports. Tak ayal, efek dari fenomena ini adalah para pengembang dan distributor nomor esports yang terus memberikan asupan gizi anyar terhadap gim mereka. Maklum, ketika masuk ke ranah online, telat dalam memberi rangsangan rasa penasaran terhadap player, akan berujung ditinggal.

Sepanjang 2020, nomor-nomor esports yang tak asing di kancah para penggemar secara umum di Indonesia adalah Mobile Legends Bang Bang, PUBG Mobile, DotA 2, Hearthstone sampai Call of Duty Mobile.

Tak hanya itu, dari versi sportsgame, yang menjadi basis dari esports berkategori olahraga tradisional, juga tak kalah moncer. Dua raksasa, yakni Pro Evolution Soccer (PES) dan FIFA, yang kesemuanya bernomor seri 20 dan 21, menjadi altar paling menarik.

Pesona Atlet

RRQ Hoshi juarai MPL Season 6. (Doc: RRQ)
RRQ Hoshi juarai MPL Season 6. (Doc: RRQ)

Sederet nomor esports tersebut menyelaraskan nama-nama yang semakin mentereng di panggung virtual. Mereka, baik tim maupun individu, mendapat apresiasi tinggi dari publik, terutama atlet berkategori profesional.

Sekadar informasi, ramainya nomor-nomor esports, membuat setiap pihak berlomba memanfaatkan momentum tersebut. Ragam pola kompetisi dan turnamen terselenggara, baik dalam domain pemerintah, BUMN sampai para raksasa swasta, terutama yang bergerak di bidang telekomunikasi serta pembayaran dompet digital. Oleh karena itu, bisa dibilang tahun 2020 menjadi bagian dari kisah sukses kehadiran esports di tanah Indonesia.

Kembali ke urusan atlet dan klub esports kategori profesional, tahun 2020 menjadi ajang bagi mereka unjuk gigi. Banyaknya turnamen bergengsi menjadi berkah tersendiri bagi mereka untuk mengasah kemampuan dan eksis.

Bola.com mencatat beberapa nama yang sanggup mencatat performa menawan, sehingga mereka menjadi bahan perbincangan di kalangan gamers serta penggemar.

Rizky Faidan

Rizky Faidan dari PSS Sleman (kanan), menerima trofi Indonesia Football eSport League (IFeL) 2020 dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok. PSS Sleman)
Rizky Faidan dari PSS Sleman (kanan), menerima trofi Indonesia Football eSport League (IFeL) 2020 dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok. PSS Sleman)

Pada nomor individu, sebenarnya ada beberapa yang menonjol, tapi pilihan jatuh ke Rizky Faidan. Atlet esports nomor Pro Evolution Soccer (PES) ini punya kapasitas mumpuni sepanjang tahun 2020. Setidaknya, ia berhasil tampil konsisten dan membuktikan diri layak berada di papan teratas nomor individu di PES.

Sosok Rizky bukan nama baru. Setelah dianggap sebagai wonderkid, ia naik 'kasta' ketika berhasil menjadi runner-up turnamen bergengsi di London, yakni PES World Finals 2019.

Pada 2020, ia meneruskan serangkaian pencapaian fenomenal di tahun sebelumnya. Berkat nama yang mentereng, Rizky melawat ke Thailand. Di sana, ia bergabung dengan tim Buriram Esports, yang tampil di Lig esports PES Thailand.

Ia tampil konsisten, sehingga membawa timnya menggapai trofi juara utama dalam pertandingan bernama resmi Toyota Thai E-league 2020 tersebut. Hasil itu sejalan dengan apa yang pernah menjadi bahan obrolan antara Bola.com dan Rizky.

"Saya ingin tampil konsisten sepanjang tahun 2020. Banyak tantangan yang berasal dari dalam diri saya dan luar, apalagi ekspektasi orang juga pasti lebih tinggi selepas tampil bagus di World Finals," kata Rizky.

Setelah sukses di Thailand, Rizky kembali ke Tanah Air. Lagi-lagi, ia langsung tancap gas ketika bermain di level domestik. Ia membawa tim PSS Sleman menjadi jawara pada kompetisi iFel 2020. Oleh karena itu, tak salah jika Rizky layak menjadi satu di antara individu yang sanggup tampil bagus sepanjang tahun 2020.

Bigetron Red Aliens

Tim eSports dari Indonesia, Bigetron Red Aliens (BTR RA) berhasil menjadi juara dunia lagi pada PUBG Mobile World League (PMWL) East Season Zero. (Dok. PUBG Mobile)
Tim eSports dari Indonesia, Bigetron Red Aliens (BTR RA) berhasil menjadi juara dunia lagi pada PUBG Mobile World League (PMWL) East Season Zero. (Dok. PUBG Mobile)

Permainan kelas dunia menjadi bagian tak terpisahkan dari Bigetron Red Aliens (RA). Bagaimana tidak, mereka menjadi satu di antara sedikit tim PUBG Mobile yang sanggup tampil konsisten dalam 2 tahun terakhir.

Bola.com yang terus mengikuti perjalanan Bigetron sejak 2018, memiliki banyak catatan fenomenal tentang tim satu ini. Setelah tampil di Dubai pada dua tahun lalu, mereka punya prestasi menawan pada 2019.

Sepanjang 2020, Bigetron melejit dan berhasil menggapai beberapa prestasi, baik lokal, regional maupun internasional. Tim yang diperkuat si kembar, Zuxxy dan Luxxy ini, seolah menjadi patron utama par aatlet esports PUBG Mobile di Tanah Air.

Bukan isapan jempol, setidaknya jika melihat penampilan mereka pada periode Januari - Desember 2020. Zuxxy, Luxxy, Ryzen dan Microboy sanggup menjadi yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, tepatnya pada event PMPL SEA 2020, Oktober 2020.

Dua bulan sebelumnya, mereka sudah menjadi yang terbaik di kawasan Asia. Hal itu terjadi ketika mereka unggul dalam PUBG Mobile World League Season Zero. Teraktual, Zuxxy dkk duduk di posisi runner-up Liga PUBG Mobile Global Championship 2020.

RRQ Hoshi

RRQ Hoshi juara MPL ID Season 6. (Dok. Instagram/Team RRQ)
RRQ Hoshi juara MPL ID Season 6. (Dok. Instagram/Team RRQ)

Raja Mobile Legends Indonesia. Itulah sematan yang mungkin layak menempel di tim RRQ Hoshi. Bagaimana tidak, mereka sanggup tampil konsisten dan brilian, kalau boleh dibilang demikian, yang membawa mereka berjaya.

Satu catatan fenomenal yang berhasil mereka buat adalah kala berhasil menjadi jawara event besar nan bergengsi, Mobile Legends Bang Bang Professional League alias MPL Indonesia. Mereka sanggup melepas tradisi tak mengenakkan, kalau sang juara bertahan pasti gagal pada tahun berikutnya.

Artinya, RRQ Hoshi memberi cap berbeda yang membuat mereka layak menjadi 'ocehan dan pembahasan' kalangan warganet pecinta esports Mobile Legends. Status jawara MPL Indonesia semakin membanggakan ketika RRQ Hoshi membawanya ke level Asia Tenggara.

Langkah itu tercermin jelas ketika RRQ Hoshi tampil kompetitif dalam perhelatan MPL Invitational 4 Nations Cup. Deretan noktah istimewa tersebut membuat RRQ Hoshi layak menjadi acuan dan magnet sepanjang 2020.

Alter Ego

Tayangan dokumenter Alter Ego The Finals MPL Season 6, Sabtu (12/12/2020) pukul 16.30 WIB dapat disaksikan melalui platform Vidio, laman Bola.com, dan Bola.net. (Dok. Vidio)
Tayangan dokumenter Alter Ego The Finals MPL Season 6, Sabtu (12/12/2020) pukul 16.30 WIB dapat disaksikan melalui platform Vidio, laman Bola.com, dan Bola.net. (Dok. Vidio)

Tim ini mendadak menjadi bahan pembicaraan para penggemar esports Mobile Legends, plus pecinta Mobile Legends Profesional League (MPL) Indonesia. Sebuah ketidakwajaran, karena pada perhelatan-perhelatan sebelumnya, nama Alter Ego selalu tenggelam.

Apalagi, pada nomor Mobile Legends sudah nangkring beberapa nama yang tak asing, seperti RRQ Hoshi, Onic Esports, Bigetron sampai EVOS Esports. Namun, pada MPL Indonesia Season 6, semua mata terbelalak.

Fakta berbicara, Alter Ego mengubah diri mereka dari 'nothing to something different'. Yup, perbedaan yang menjadi pembeda itulah modal luar biasa Alter Ego di kancah Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Tanah Air.

Tak ada yang mengira, Alter Ego akan tampil menggila dan berubah menjadi tim 'sangar'. Beragam perubahan mendasar menjadi penyokong, terutama dari sisi roster dan gameplay.

Alter Ego sudah membuat mulut publik ternganga ketika mereka menyelesaikan babak Regular Season dengan status peringkat pertama MPL Indonesia Season 6. Setelah itu, mereka sanggup menyelesaikan musim sebagai runner-up, dengan perjuangan luar biasa.

Bagaimana tidak, Alter Ego merangkak ke fase akhir ketika mereka sempat tersungkur pada babak pembuka play-off. Datang dari lower bracket, mereka justru tampil konsisten dan hanya kalah dari sang jawara, RRQ Hoshi.

Prestasi luar biasa terjadi ketika Udil dkk melakukan 'pembalasan' terhadap RRQ Hoshi. Yup, pada event ONE Esports MPL Invitational 2020, Alter Ego berhasil 'menjerembabkan' RRQ Hoshi, sekaligus membawa mereka menjadi juara.

Nah, itu adalah sebagian dari apa yang bisa disarikan dari beragam ornamen serta warna esports sepanjang tahun 2020. Tentu saja, banyak yang tak bisa terungkap di sini, karena setiap pihak pasti punya catatan tersendiri.

Namun, setidaknya apa yang tersaji di atas bisa menjadi gambaran betapa sengitnya ragam turnamen esports tahun depan di lingkup Tanah Air. Sampai jumpa tahun depan!

Salam esports

Video Rizky Faidan