Kilas Balik Perjalanan Meghan Markle dan Pangeran Harry Sebagai Anggota Kerajaan Inggris

Liputan6.com, Jakarta - Meghan Markle dan Pangeran Harry telah secara resmi menyatakan mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris. Keduanya memutuskan bekerja supaya bisa mandiri secara finansial, sementara mengaku tetap mendukung Yang Mulia Ratu Elizabeth II.

Perjalanan keduanya jadi anggota keluarga Kerajaan Inggris sebagai pasangan suami-istri jauh dari kata mulus dan mudah. Melansir People, Kamis (9/1/2020), beberapa bulan setelah menikah, Maghan sempat disebut kewalahan mengikuti etika sebagai anggota Kerajaan Inggris.

Jauh sebelum itu, dua bulan usai pertunangan, Meghan disebut dipetisi sekian banyak orang. Mereka beranggapan sang artis tak pantas jadi anggota keluarga Kerajaan Inggris. Suara ini dilaporkan sempat membuat sang mantan aktris stres.

"Meghan tak kuat menghadapi tekanan publik. Ia juga bingung dengan apa yang bakal dilakukan," ucap sumber disebut teman Meghan. Kebingungan akan peranan ini ternyata terbawa sampai setelah menikah.

Kurang lebih enam bulan setelah dipersunting Pangeran Harry, beredar kabar gaya hidup dan budaya kerja antara Meghan dengan para staf kerajaan mengalami ketidakcocokan. Asumsi ini diperkuat dengan beberapa orang yang memilih mundur dari pekerjaan mereka sebagai staf.

Setelah cuti melahirkan, Hello menulis, Meghan sempat cerita betapa susahnya jadi anggota keluarga Kerajaan Inggris. Rumor dan tekanan publik sebagai respon sempat disebut Meghan jadi sandungan berarti dalam perjalanannya.

"Padahal, bila benar saya salah, saya akan jadi orang pertama yang datang meminta maaf dan berusaha tak mengulangi kesalahan itu," katanya saat wawancara dengan Tom Bradby dari ITV tentang rilis dokumenter Pangeran Harry dan Meghan.

Pangeran Harry dan sang istri Meghan Markle membuat keputusan mengejutkan. Pasangan itu mengungkapkan keinginan untuk hidup mandiri dan mundur dari anggota senior kerajaan Inggris. (Files Photo by Daniel LEAL-OLIVAS / AFP)

Hingga awal Oktober 2019, Meghan secara resmi melaporkan sebuah tabloid asal Inggris ke pihak berwajib. Tindakan ini diambil setelah pihak tabloid mempublikasi surat pribadi Duchess of Sussex.

Merilis pernyataan di situs resmi Sussex Official, terkait prahara tersebut, Pangeran Harry menyebut, sang istri telah jadi satu korban tabloid Inggris dan kejadian yang dimaksud telah menyakiti hati mereka sebagai keluarga. 

"Kami percaya pada kebebasan media, laporan aktual. Tapi, kampanye yang dilangsungkan sebuah tabloid asal Inggris sudah menyerang istri saya secara personal sejak hamil sampai sekarang tengah mengurus Archie," tulis Duke of Sussex.

Pangeran Harry melanjutkan pernyataan ini dengan menuliskan, perundungan harusnya tak dibiarkan di level apapun. Ia juga takut sejarah akan terulang, berkaca pada insiden antara media dan mendiang ibunya, Putri Diana.

"Saya sudah kehilangan ibu saya dan sekarang saya melihat kemungkinan istri saya bakal jadi korban dari kekuatan yang sama," katanya.

Rangkaian kritik, mulai dari penggunaan jet pribadi yang dinilai bertentangan dengan isu lingkungan disebut jadi concern Pangeran Harry dan Meghan Markle, juga sempat ramai jadi buah bibir publik, di samping rumor kurang akur dengan iparnya, Kate Middleton.

Sederet Pujian, termasuk dari Michelle Obama

Pangeran Harry menyapa CEO Disney Robert Iger dan Meghan Markle cipika-cipiki dengan Beyonce di premier film The Lion King di London, Inggris, 14 Juli 2019. (NIKLAS HALLE'N / POOL / AFP)

D tengah segala huru-hara pemberitan kurang menyenangkan, sebenarnya perjalanan Pangeran Harry dan Meghan Markle juga dihiasi ragam memori manis, entah lewat kunjungan maupun pertemuan dengan tokoh dunia.

Salah satu yang sempat menarih perhatian adalah Michelle Obama. Mantan Ibu Negara itu dengan ringan memberi pujian untuk Meghan.

Lewat sebuah unggahan di Instagram-nya pada akhir September 2019, Michelle menulis penghormatan menyentuh untuk Meghan dan memuji pekerjaan ibu anak satu tersebut selama tur kerajaan 10 hari di Afrika. "Terima kasih pada temanku, Yang Mulia The Duchess of Sussex, pemimpin bijaksana yang sangat luar biasa dan membuat dunia kita lebih baik," tulis penulis buku Becoming tersebut.

Di bulan yang sama, Meghan juga menerima pujian dari publik atas pidatonya yang berbicara tentang perempuan dan kotak-kotak genre. Dengan lantang publik menyebutnya sangat berani, powerful, dan menginspirasi.

Keduanya juga acap kali dikenal sebagai pasangan rendah hati. Salah satu contohnya adalah menawari pasangan untuk difotokan saat tengah mendaki di Vancouver Island, Kanada, di hari tahun baru.

Juga, tentu saja inspirasi busana dan item fashion yang dibuat laris-manis karena dikenakan keduanya, terutama Meghan Markle. Ya, busana Meghan acap kali menarik perhatian dan jadi inspirasi publik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: