KILAS NUSANTARA: Geger Tas Bertuliskan 'Awas Ada Bom' hingga Pria Membusuk Saat Gelar Ritual Tirakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tas bertuliskan ‘Awas Ada Bom’ yang tergeletak di simpang Jalan Gunung Simanuk manuk dan Jalan MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat, Sumut, Senin (30/8/2021) membuat geger banyak orang. Bahkan pihak kepolisian langsung menutup ruas jalan itu untuk mengamankan tas yang diduga berisi bom. Tim Jibom dari Gegana Polda Sumut yang turun langsung ke lokasi lantas membuka dan memperlihatkan isi tas tersebut ternyata hanyalah keramik putih bekas.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan, pihaknya tengah memburu orang yang sengaja membuat resah warga itu. Pihaknya dibantu TNI langsung menyisir kawasan tersebut untuk menemukan saksi-saksi. Boy geram dengan apa yang dilakukan pelaku lantaran sudah membuat geger dan resah warga.

Pria di Sumsel Rudapaksa Nenek 63 Tahun

Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id
Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Seorang remaja berinisial WR (19) sampai hati memperkosa S, nenek berusia 63 tahun. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Musirawas Utara, Sumsel. WR merudapaksa nenek itu lantaran tepergok mencuri di rumah korban. Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmat Hidayat, membenarkan peristiwa itu. Pihaknya juga telah menangkap pelaku saat sedang kongkow di pinggir jalan.

Dedi menceritakan, awalnya pelaku WR bersama tiga rekannya JR, RN, dan IK berniat mencuri di rumah nenek S. Aksi ketiga pencuri itu tepergok S, lantaran panil pelaku langsung mencekik dan memukul korban hingga pingsan. Saat itu ketiga pelaku menggasak harta milik korban. Namun sebelum kabur, pelaku WR sempat merudapaksa sang nenek yang sudah tak berdaya. Setelah itu baru kabur. Atas perbuatan itu, pelaku WR dijerat berlapis dengan hukuman 5 tahun penjara.

Pria di Blitar Tewas Membusuk Saat Gelar Ritual Tirakat

ilustrasi
ilustrasi

Pamit kepada istri ingin melaksanakan ritual tirakat, seorang pria berinisial AS (45), ditemukan tewas membusuk di rumah lantai dua miliknyab di Blitar. Sang istri mengatakan, AS memang kerap menggelar ritual tirakat dan tidak boleh diganggu. Peristiwa itu terungkap setelah si anak mencium bau busuk dari lantai dua rumahnya tempat biasa AS melaksanakan tirakat.

Kapolsek Bakung AKP Sunari membenarkan adanya peristiwa itu. Dari dalam kamar TKP, kata Sunari, pihaknya menemukan benda-benda yang diduga digunakan AS untuk menggelar ritual tirakat. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Namun demikian, sang istri menyebut, terakhir suaminya mengeluh sakit perut.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel