KILAS NUSANTARA: Nasib Pria Penghina Jokowi di Kepri hingga Telur Palsu Beredar di Kediri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - MK (59), warga Kota Tanjungpinang, Kepri, harus berurusan dengan hukum usai dilaporkan telah menghina Presiden Joko Widodo di Twitter. MK langsung dijemput Tim Opsnal Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri di rumahnya untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya MK mengunggah ucapan bernada SARA dan informasi hoaks.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, membenarkan kabar tersebut. Dalam postingannya MK menuding Presiden Jokowi dengan berbagai fitnah. Saat penangkapan, polisi menyita 1 unit ponsel, SIM card, akun Twitter atas nama Tiger Andalas.

MK dijerat Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 14 ayat 2 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Klaster Covid-19 Meledak di Malang Usai Lebaran

ilustrasi covid-19/copyright by Jarun Ontakrai (Shutterstock)
ilustrasi covid-19/copyright by Jarun Ontakrai (Shutterstock)

Klaster baru Covid-19 di Malang muncul usai Lebaran. Sebanyak 18 orang warga terpapar virus Corona dari aktivitas Masjid Al Waqar yang berada di kompleks Perum Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Lowokwaru, Malang. Atas temuan itu, Wali Kota Malang Sutiaji menginstruksikan untuk menutup masjid selama 14 hari.

Selama penutupan, BPBD bersama Satgas Covid-19 Kota Malang melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan Masjid Al Waqar dan lingkungan sekitar. Pihaknya juga langsung menggelar testing dan trecing serta melakukan swab antigen kepada warga di Balai RW IX Perum Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas.

Viral Telur Diduga Palsu Beredar di Kediri

Ilustrasi telur (Sumber: Pixabay/Couleur)
Ilustrasi telur (Sumber: Pixabay/Couleur)

Telur palsu diduga beredar di Kediri. Seorang ibu menemukan telur palsu itu yang kemudian dilaporkan polisi ke dinas terkait. Kasat Reskrim Polres Kediri Kota ucap Iptu Girindra mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa dan meneliti telur yang diduga palsu tersebut, usai videonya viral di media sosial.

Linda Agustini, seorang ibu yang tak sengaja membeli telur diduga palsu itu mengatakan, awalnya dia membeli satu kilogram telur di pedagang kaki lima dan memasukkannya ke kulkas. Lima hari kemudian dia mendapati ada yang janggal dengan telur tersebut. Cangkangnya keras tak seperti telur ayam pada umumnya. Bahkan telur tersebut tidak bisa dipecahkan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel