KILAS NUSANTARA: Orangtua Tenggelamkan Anak dan Simpan Jasadnya 4 Bulan Demi Ritual Ruwat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pembunuhan terhadap bocah A asal Desa Congkrang, Bejen, Temanggung, membuat heboh banyak orang. Pasalnya dari pemeriksaan terungkap, orangtua bocah 7 tahun itu yang menjadi penyebab kematian, terpengaruh bujuk rayu H, seorang dukun yang menyarankan orangtua A untuk melakukan ritual ruwat. Saat itu H mengatakan bocah A nakal karena dihinggapi dunia lain dan harus diruwat.

Terkait kasus tersebut Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi, Selasa (18/5/2021) mengatakan, ritual ruwat yang diminta H adalah dengan menenggelamkan bocah A di bak mandi hingga akhirnya meninggal dunia. Bahkan jasad korban sengaja disimpan orangtuanya sejak 4 bulan yang lalu sebagai bagian dari ritual ruwat. Polisi hingga saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan buktu-bukti dugaan pembunuhan tersebut.

Heboh Isu Santet di Tulungagung

Ilustrasi ternak sapi.
Ilustrasi ternak sapi.

Isu santet membuat heboh warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Isu ini mencuat usai 8 sapi dan 1 kambing warga mati mendadak dalam kurun waktu berdekatan. Yang membuat warga percaya, saat binatang ternak itu dibedah, terdapat banyak benda, antara lain potongan besi, pasir hingga kerikil.

Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Mulyono, menginformasi kebenaran isu santet yang beredar di desanya. Dirinya mengatakan, awalnya binatang ternak tidak doyan makan lalu tak lama kemudian mati begitu saja.

Di tengah isu yang beredar, Mulyono khawatir ada aksi saling tuding yang bisa menyebabkan konflik horizontal. Meski demikian, Mulyono tidak menampik ada ‘tangan jahil’ di balik kematian ternak-ternak milik warganya. Sebab kejadian serupa sempat terjadi pada 2013 silam. Kala itu ada pedagang ternak nakal yang sengaja meracun ternak milik warga agar mati dan bisa dibeli dengan harga murah.

Viral Foto Ambulans Pemkot Padang di Palestina

Ilustrasi bendera Palestina. (iStockphoto)
Ilustrasi bendera Palestina. (iStockphoto)

Foto mobil ambulans dengan logo Pemkot Padang di Palestina viral di media sosial. Ambulans itu diduga tengah membantu warga Palestina di tengah agresi militer Israel. Terkait foto viral itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi membenarkan mobil ambulanas Pemkot Padang ada di Palestina. Ambulans itu merupakan bantuan Pemkot Padang yang didonasikan pada 2020 lalu.

Mahyeldi mengatakan, donasi tersebut disumbangkan melalui ACT yang kemudian dibelikan ambulans di daerah tersebut. Dirinya berharap ambulans itu bisa membantu warga Palestina yang saat ini sedang bertahan di tengah gempuran militer Israel.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel