KILAS NUSANTARA: Petasan Makan Tuan hingga Suami Bunuh Istri karena Diminta Ceraikan Istri ke-4

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Malang betul apa yang dialami kakak beradik di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Mereka meninggal dunia usai terkena ledakan petasannya yang mereka buat sendiri, Selasa malam (27/4/2021). Kaduanya diketahui bernama Sunardi (23) dan Samuri (21).

Kapolsek Sukorejo, AKP Beny Hartono menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan adanya ledakan pada Selasa malam (27/4/2021). Saat mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan, terlihat ledakan menghancurkan hampur semua bangunan rumah. Tembok retak hingga bagian atap rumah hancur luluh lantak. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuh. Satu korban ditemukan kedua kakinya putus dan potongannya belum ditemukan. Korban yang lain tubuhnya ditemukan di atap sebelah rumah TKP.

Dari TKP, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain bubuk mesiu, cairan kimia, hingga selongsong petasan yang masih kosong.

Viral Pria Lansia Terlantar di Ruko Kota Lubuklinggau

Ilustrasi Tunawisma (Pixabay)
Ilustrasi Tunawisma (Pixabay)

Seorang pria lansia berinisial SF yang ditemukan terlantar di jalanan Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi viral usai fotonya diunggah ke media sosial. Lansia yang hanya mengenakan sarung berwarna merah itu nampak kurus dan lusuh, menggelandang di emperan ruko. Diketahui informasi, lansia berinisial SF itu merupakan warga Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, berusia 46 tahun. Sekretaris Dinsos Kota Lubuklinggau Johan Tero didampingi Staf Tim Rehabilitasi Sosial (Resos) Erito, mengatakan SF saat ini sudah ditangani di Rumah Singgah Pemkot Lubuklinggau. Pihaknya juga telah menghubungi istri dan anaknya.

Dari pihak keluarga diketahui informasi, SF kerap melakukan KDRT sehingga istri dan sang anak mengusirnya. Petugas Dinsos terus membujuk pihak keluarga agar menerima SF kembali di rumah mereka.

Suami Bunuh Istri karena Diminta Ceraikan Istri yang ke-4

Ilustrasi KDRT. (dok. Pixabay.com/Tumisu)
Ilustrasi KDRT. (dok. Pixabay.com/Tumisu)

Seorang suami berinisial JK (45) warga Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, harus berurusan dengan hukum, usai terbukti membunuh istri sirinya. Pemicunya hanya lantaran emosi karena diminta menceraikan istri keempatnya.

Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menceritakan, pelaku berstatus suami siri korban. Terjadi cekcok di dalam mobil saat korban meminta pelaku menceraikan istri keempat yang baru dinikahinya itu. Saat tiba di flyover Kampung Banjar Ratu, JK keluar dari mobil.

Ia lalu mengambil balok kayu lalu memukul tubuh dan wajah korban. Selain motif asmara, diduga pembunuhan tersebut terjadi karena JK ingin menguasai harta korban. Dugaan tersebut muncul karena polisi menemukan mobil, perhiasan, surat tanah, dan uang tunai Rp 30 juta di persembunyian pelaku di Kecamatan Bekri.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas bahkan mengatakan, pelaku berusaha mengelabui polisi dengan menaruh identitas orang lain di lokasi penemuan jasad korban.

Simak juga video pilihan berikut ini: