KILAS NUSANTARA: Viral Jual Ginjal di Lumajang, Kuburan Menggembung, dan Jenazah Covid-19 Tertukar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wanita berinisial FN (37), asal Kelurahan Ditotrunan, Lumajang, menjadi topik pembicaraan hangat di media social, usai fotonya menjual ginjal viral di media social. FN berniat menjual ginjal miliknya seharga Rp500 juta untuk membayar utang. Dirinya mengaku terlilit utang ke tetangga sebesar Rp2 juta dan tunggakan cicilan di bank.

Suaminya yang bekerja sebagai satpam di Surabaya dirasa tidak mampu menyelesaikan tanggungan utangnya. Apalagi gaji suaminya dipotong sejak pandemi Covid-19. Usai viral di media socsal dirinya merasa menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan yang menghebohkan itu lagi. Pihak keluaga sudah membantu untuk menyelesaikan utangnya. Bahkan Bupati Lumajang juga menawarkan sejumlah bantuan.

Heboh Tanah Kuburan Menggembung

Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Tanah kuburan yang mendadak meninggi dari biasanya yang berada di Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Peristiwa aneh terjadi di di Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tiga gundukan tanah kuburan tanpa nama meninggi dengan sendirinya. Tinggi kuburan tersebut sekitar 1,5 meter dengan diameter 3,5 meter.

Ahli geologi menyebut kejadian itu merupakan fenomena alam biasa yang disebut diapir, yaitu fenomena alam ketika berat jenis yang dibawah lebih ringan dari yang di atas.

Atas kejadian itu, warga diimbau tidak mengait-ngaitkannya dengan hal mistis. Apalagi menganggap kuburun tersebut sebagai makam keramat. Atau bahkan menganggap sebagai kutukan alam kubur.

Jenazah Covid-19 Tertukar

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Corona COVID-19 (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Corona COVID-19 (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Petugas terpaksa membongkar makam jenazah Covid-19 di Ponorogo, Jawa Timur, lantaran dua jenazah Covid-19 tertukar. Peristiwa itu teradi setelah ada kesalahan dalam pengiriman dua jenazah yang meninggal karena Covid-19 tersebut dari RS Darmayu Ponorogo.

Jenazah Covid-19 yang sudah dimakamkan sekitar 4 jam itu akhirnya terpaksa dibongkar kembali. Kepala BPBD Ponorogo Imam Bashori kronologi kejadian tersebut. Awalnya Rabu, (24/3/2021), sekitar pukul 08.00 WIB, petugas pemakaman dari BPBD Ponorogo mendapatkan informasi dari rumah sakit bahwa ada pasien Covid-19 berinisial meninggal.

Petugas lalu bersiap di TPU Bibis, Kelurahan, untuk memakamkan jenazah yang diketahui berinisial An. Ambulans dari rumah sakit tiba dan petugas langsung memakamkan jenazah pasien tersebut. Namun, pukul 12.45 WIB petugas pemakaman mendapat informasi dari petugas Puskesmas Ponorogo Selatan bahwa jenazah pasien tertukar. USai koordinasi antara petugas pemakaman, manajemen RS Darmayu, serta beberapa pihak lain, makam tersebut dibongkar lagi.

Simak juga video pilihan berikut ini: