KILAS NUSANTARA: Viral Video Duel Senjata Tajam hingga Klaster Covid-19 Meledak di Jambi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Video duel senjata tajam antara dua orang pria di Jalur Trans Sulawesi di Pinrang, Sulawesi Selatan pada Rabu (21/4/2021), viral di media sosial. Duel terjadi antara Nasrullah dan Kahar. Polisi mengungkapkan, duel tersebut dipicu persoalan utang piutang dalam pembelian sabu-sabu. Ada motif dendam di baliknya.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deky Marizaldi mengatakan, pihaknya telah menangkap pelaku. Deky menceritakan, sebulan yang lalu salah satjnya disuruh membeli sabu-sabu oleh seorang pria berinisial RJ namun pada waktu itu korban sempat dianiaya oleh seseorang yang diduga penjual sabu tempat korban membeli. Sehingga uang yang dibawa oleh korban sebesar Rp100 ribu tercecer. Dari permasalahan tersebut, terlapor KA (Kahar) disuruh RJ untuk menagih uang tersebut.

Duel pun tak terelakkan. Duel dengan senjata tajam dilakukan di Jalan RA Kartini, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kejadian itu sempat menarik perhatian warga sekitar dan membuat macet lalu lintas.

Video Viral Pelecehan Seksual di Masjid

Sebuah video berisi seorang wanita mendapat pelecehan seksual saat sedang salat berjemaah viral di media sosial. Pelecehan dilakukan seorang kakek terhadap jemaah wanita di sebuah masjid yang belum diketahui lokasinya. Kakek tersebut terlihat mengenakan sarung dan peci. Pihak MUI mengecam tindakan pelecehan seksual tersebut dan meminta polisi menangkap pelakunya.

MUI berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman yang berat untuk membuat efek jera, agar tindakan tersebut tidak terulang lagi, apalagi di tempat ibadah. Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Ziyad mengatakan, efek jera juga penting agar tidak ada orang yang ikut meniru tindakan tidak terpuji yang dilarang semua agama itu.

Klaster Covid-19 Meledak di Jambi

Sebanyak 32 orang warga di Kabupaten Kerinci, Jambi, terkonfirmasi Covid-19 usai memakamkan jenazah diduga positif Virus Corona tanpa protokol kesehatan. Penjabat sementara Sekretaris Daerah Kerinci, Asraf, mengonfirmasi kebenaran berita itu. Dirinya mengatakan, pihak keluarga memaksa menguburkan jenazah tanpa protocol kesehatan. Akibatnya dari 62 orang yang dites Swab, setenganya dinyatakan positif Covid-19.

Dari temuan klaster Covid-19 baru itu, petugas gabungan dan Satgas Covid-19 Kerinci langsung menjaga akses masuk ke desa, agar aktivitas warga terkontrol. Semua yang dinyatakan positif menjalani isolasi mandiri di rumah, sebagian yang lain, yang takut menularkan virus ke keluarga, memilih isolasi di tengah lading.

Simak juga video pilihan berikut ini: