KILAS NUSANTARA: Viral Video Penyergapan dan Letusan Tembakan di Tol Kejapanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Video sejumlah polisi diduga melakukan penyergapan di Jalan Tol Kejapanan, Gempol, Pasuruan, viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak 6 polisi berpakaian preman menyergap sopir pikap warna hitam. Bahkan ada polisi yang mengeluarkan tembakan peringatan dan menodongkan pistol ke arah kemudi. Polisi sempat meminta sopir keluar tapi tidak digubris hingga terpaksa menembakan peluru ke atas.

Usut punya usut, penyergapan itu dilakukan tim Jatanras Polda Jatim Senin dini hari kemarin. Diduga kuat sopir dan kenek pikap tersebut terlibat kejahatan pencurian sepeda motor. Setidaknya ada empat video yang beredar di media sosial, yang menggambarkan peristiwa penyergapan tersebut. Beberapa di antaranya dari dalam mobil pengendara lain

Pembobolan ATM di Kudus, Rp5,8 Miliar Raib

Ilustrasi Pembobolan ATM (Liputan6.com/M.Iqbal)
Ilustrasi Pembobolan ATM (Liputan6.com/M.Iqbal)

Kasus pembobolan ATM salah satu bank BUMN kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, korban mengalami kerugian hingga Rp5,8 miliar. Korban atas nama Imam Rofi’i baru sadar uangnya raib saat ingin mengambil uang Rp20 juta di tabungannya di Demak. Saat teller mengatakan ATM korban terblokir sehingga disarankan menggantinya di kantor bank cabang Kudus. Usai mengganti kartu ATM, korban lantas mengambil Rp20 jutanya, namun tak disangka uangnya saat itu hanya tinggal Rp128 juta.

Atas kejadian tersebut, korban melalui kuasa hukumnya melapor ke Mapolda Jateng. Kuasa hukum korban atas nama Musafak, melaporkan kasus tersebut atas dugaan penipuan, dugaan pencucian uang, hingga pemalsuan dokumen. Terkait itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy menyebut, laporan kasus tersebut sudah diterima dan tengah ditangani.

Tak Terima Istri Diganggu, Suami Bunuh Seorang Pemuda

Ilustrasi - Rumah korban pembunuhan dipasang garis polisi (Merdeka.com / Ronald)
Ilustrasi - Rumah korban pembunuhan dipasang garis polisi (Merdeka.com / Ronald)

Tiga orang pria di Banjarmasin, Kalsel, kompak membunuh seorang pemuda berinisial AM (22). Aksi pembunuhan itu dipicu lantaran sakit hati lantaran istri salah satu pelaku digoda korban. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Banjarmasin Barat Ipda Hendra Agustian Ginting mengatakan, awalnya korban baru pulang kerja di bengkel. Saat itu korban langsung diadang tiga orang bersenjata tajam. Warga yang melihat korban sudah bersimbah darah langsung membawanya ke rumah sakit. Akibat ada 5 tusukan di tubuhnya, korban tak bisa selamat.

Tak butuh waktu lama polisi langsung menangkap ketiga pelaku tersebut. Di hadapan petugas ketiganya mengaku telah membunuh korban. Motifnya salah satu pelaku tak terima istrinya diganggu korban saat sedang melintas. Atas perbuatan itu ketiga pelaku terancam 20 tahun penjara.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel