Kim Jong-un Kembali Pecat Pejabat Senior yang Dianggap Tak Becus Urus COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menggantikan beberapa pejabat tinggi setelah "insiden serius" dalam upaya negara itu untuk mempertahankan diri dari COVID-19.

Pyongyang menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu demi terhindar dari pandemi COVID-19 yang pertama kali muncul di negara tetangga, China.

Korea Utara mengklaim tidak memiliki kasus infeksi selama pandemi, demikian dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (30/6/2021).

Dugaan "insiden serius" dalam perang melawan pandemi di Korea Utara tidak disebutkan dalam laporan KCNA. Kesalahan fatal spesifik dari pejabat senior juga tak disebutkan.

Kim Jong-un menambahkan bahwa "ketidakmampuan dan tidak bertanggung jawab para pejabat senior adalah faktor utama yang menghambat pelaksanaan tugas-tugas penting", menambahkan bahwa mereka "terpikat oleh keegoisan dan kepasifan". Sebelumnya, Kim telah memperingatkan rakyatnya untuk bersiap menghadapi "situasi terburuk".

Sejak awal pandemi COVID-19, Korea Utara menggambarkan upaya anti-virusnya sebagai "masalah nasional," melarang turis, mengusir diplomat, dan sangat membatasi lalu lintas dan perdagangan lintas batas.

Awal bulan ini, Kim Jong-un selama konferensi politik, menyerukan para pejabat untuk bersiap menghadapi pembatasan COVID-19 yang berkepanjangan.

Ini menunjukkan bahwa negara itu tidak siap untuk membuka perbatasannya dalam waktu dekat meskipun ada kesengsaraan ekonomi.

Kesedihan Warga Korut

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un saat memantau pasukan jelang upacara untuk peringatan 85 tahun pembentukan Tentara Rakyat Korea (KPA) di Korea Utara (26/4). (AFP FOTO / KCNA / STR)
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un saat memantau pasukan jelang upacara untuk peringatan 85 tahun pembentukan Tentara Rakyat Korea (KPA) di Korea Utara (26/4). (AFP FOTO / KCNA / STR)

Sementara itu, belum lama ini, warga Korea Utara dikabarkan tengah patah hati atas turunnya berat badan yang tiba-tiba dari sang pemimpin, Kim Jong-un. Reaksi ini muncul beberapa hari setelah penampilan Kim Jong-un di televisi pemerintah setelah berbulan-bulan absen dari mata publik.

"Melihat Kim Jong-un tampak kurus sangat menghancurkan hati rakyat kami," kata seorang warga negara Korea Utara, dikutip dari laman hindustantimes.

"Semua orang mengatakan bahwa air mata mereka mengalir," tambahnya.

Laporan penurunan berat badan Kim mulai beredar setelah rekaman warga Korea Utara menonton klip rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh Korea yang diadakan pada 17 Juni.

Analis Korea Utara yang mempelajari rekaman itu dengan cermat dan mengatakan Kim Jong-un tampaknya telah kehilangan berat badan karena tali jam tangannya tampak lebih kencang dan wajahnya terlihat jauh lebih kurus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel