Kim Jong-un Pecat Pejabat Militer Terkuat di Korea Utara

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memecat pejabat militer terkuat kedua di negara tersebut, Pak Jong Chon. Park disebut-sebut sebagai orang terkuat kedua setelah Kim Jong-un.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA melaporkan, Pak yang merupakan wakil ketua Komisi Militer Pusat dan sekretaris Komite Pusat Partai Buruh yang berkuasa itu digantikan Ri Yong Gil dalam rapat tahunan komite pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, Selasa (3/1), tidak ada alasan yang diberikan terkait penggantian tersebut. Pyongyang kerap mengganti pejabatnya dan rapat akhir tahun seringkali menjadi ajang untuk mengumumkan pergantian pejabat dan kebijakan besar.

Televisi pemerintah menunjukkan Pak duduk di baris depan podium dengan kepala tertunduk selama rapat, sementara anggota lainnya mengangkat tangan untuk memberikan suara terkait masalah keanggotaan. Tempat duduknya kemudian terlihat kosong.

Dia juga tidak muncul dalam foto yang dirilis KCNA pada Senin terkait kunjungan Kim Jong-un saat tahun baru ke Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman kakek dan ayahnya. Sementara pada Oktober lalu, Pak terlihat menemani Kim dalam kunjungan ke istana tersebut untuk merayakan hari jadi partai.

Komisi Militer Pusat Partai Buruh, yang dipimpin Kim, dianggap sebagai badan pembuat keputusan militer terkuat di Korea Utara, berada di atas kementerian pertahanan.

Penggantian Pak ini dilakukan ketika Kim menyerukan untuk melipatgandakan produksi senjata nuklir dan mengembangkan rudal balistik antarbenua yang baru untuk melawan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pak naik jabatan dengan cepat dari seorang komandan artileri bintang satu pada 2015 menjadi jenderal bintang empat di 2020, dinilai berkontribusi dalam kemajuan pengembangan teknologi rudal jarak pendek. Pada 2020, Pak dipromosikan ke politbiro dan mendapatkan gelar marshal, pangkat militer tertinggi di bawah Kim. [pan]