Kim Kardashian dan Kanye West Ancam Gugat Eks Bodyguard Rp143,8 Miliar

Tasya Paramitha

VIVA – Kim Kardashian dan Kanye West mengirim surat kepada mantan bodyguard mereka, yang isinya meminta ia berhenti bicara mengenai kehidupan pribadi mereka. Keduanya juga memperingatkan bahwa jika dia berbicara tentang mereka lagi, sang mantan bodyguard bisa menghadapi gugatan US$10 juta atau Rp143,8 miliar.

Menurut sebuah surat yang beredar, pasangan selebriti itu meminta pengacara menyiapkan dokumen hukum, setelah mantan bodyguard mereka, Steve Stanulis muncul di Hollywood Raw Podcast awal tahun ini.

Dalam dokumen itu, Kim dan Kanye mengklaim bahwa Stanulis melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani pada Februari 2016 lalu, dengan tampil di episode podcast itu. Keduanya juga menuduh bahwa ia membuat pernyataan "palsu dan memfitnah" tentang mereka. Demikian dilansir dari laman TMZ, Selasa, 2 Juni 2020.

Meski tidak merinci pernyataan khusus mana yang disebut palsu dan memfitnah, Kim Kardashian dan Kanye West mempermasalahkan bahwa selama wawancara, Stanulis membuka tentang dugaan aturan Kanye yang 'konyol'.

Kanye West.

Seperti bersikeras agar mantan bodyguard-nya itu berjalan 10 langkah di belakangnya dan menjadi marah kalau ia diblokir saat ada paparazzi yang memfotonya.

Surat itu diakhiri dengan pernyataan jika Stanulis melanggar perjanjian lagi, Kim dan Kanye akan mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan terhadapnya.

Namun, ini bukan pertama kalinya pasangan itu berurusan dengan masalah bodyguard. Mereka melakukan hal serupa pada Mei 2016, di mana pada saat itu mereka menuntut Stanulis untuk minta maaf kepada publik.

Setelah menerima surat itu, humas Stanulis, Zack Teperman mengatakan bahwa kliennya menggunakan podcast untuk mempromosikan karier barunya sebagai aktor dan sutradara.

Kim Kardashian West.

"Klien saya hadir di podcast untuk mempromosikan film barunya, dan cerita lama yang sudah ada dibesar-besarkan saat merekamnya," kata Teperman.

Ia juga mangatakan bahwa surat anacaman yang dikirim penasihat Kim Kardashian dan Kanye West untuk menggertak kliennya adalah hal yang menurutnya tak beralasan. Apalagi kliennya udah menjelaskan bahwa dia menghormati Kanye waktu mereka bekerja bersama.

"Jika Kanye dan Kim ingin melanjutkan ini lebih jauh, itu terserah mereka. Tapi aku pikir, waktu dan uang mereka akan lebih cocok membantu dengan masalah yang lebih mendesak di masyarakat kita saat ini (kasus George Floyd) daripada apa yang terjadi bertahun-tahun yang lalu," tutupnya.