Kim sekali lagi naik kuda ke puncak suci saat tenggat nuklir mendekat

Seoul, Korea Selatan (AP) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menunggangi kuda putih ke gunung suci pada kunjungan simbolis kedua dalam waktu kurang dari dua bulan, demikian laporan media pada Rabu, saat negaranya mengancam provokasi jika Amerika Serikat menolak untuk membuat konsesi dalam kebijakan nuklir sampai akhir tahun.

Korean Central News Agency (KCNA) menyiarkan banyak gambar yang memperlihatkan Kim menunggangi kuda putih ke Gunung Paektu, yang ditutup salju, bersama dengan istrinya dan letnan senior lain, yang juga naik kuda putih. Kim juga mendaki gunung itu, yang puncak tertingginya di Semenanjung Korea, naik kuda pada pertengahan Oktober.

Gunung Paektu dan kuda putih adalah lambang yang berkaitan dengan peraturan dinasti keluarga Kim. Kim telah membuat kunjungan sebelumnya ke sana sebelum mengambil keputusan besar.

Kim mengatakan bahwa "kita mesti selalu hidup dan bekerja dalam semangat ofensif Paektu", kata KCNA. "Kaum imperialis dan musuh kelas membuat upaya yang lebih membingungkan untuk merusak posisi kelas, revolusioner dan ideologi partai kami."

Perjalanan paling akhir tersebut dilakukan saat tenggat akhir-tahun yang ditetapkan oleh Kim buat Washington untuk hadir dengan usul baru untuk menyelamatkan kebijakan nuklir mendekat. Perundingan itu tetap macet selama berbulan-bulan, dengan Korea Utara berusaha meraih keringanan-sanksi lebih lanjut dan jaminan keamanan luar sebagai imbalan buat sebagian langkah denuklirisasi.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada Selasa (3/12) memperingatkan seluruhnya terserang Amerika Serikat untuk memilih apa "hadiah Natal" yang diperolehnya dari Korea Utara. Para pejabat Korea Utara sebelumnya telah mengatakan apakah Korea Utara mencabut moratoriumnya atas uji-coba nuklir dan rudal jarak-jauh tergantung atas tindakan apa yang dilakukan AS.

Pekan lalu, proyektil yang diuji-cobakan oleh Korea Utara dari apa yang dinamakannya banyak peluncur roket "super-besar" yang militer Korea Selatan katakan mendarat di perairan di lepas pantai timur Korea Utara.

KCNA mengatakan Rabu Partai Pekerja, yang memerintah, akan mengadakan pertemuan komite sentral pada akhir Desember guna membahas "masalah penting" yang tidak khusus sejalan dengan "situasi yang berubah di dalam dan luar negeri". Tidak jelas apa agenda khusus yang menjadi taruhan.

Banyak ahli mengatakan tampaknya tidak mungkin buat Amerika Serikat untuk membuat usul baru yang akan memuaskan Korea Utara.