KIM Sekartaji Kediri raih Anugerah Pewarta Warga ulas tempe

Kolompok Informasi Masyarakat (KIM) Sekartaji Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Jawa Timur, berhasil meraih penghargaan Anugerah Pewarta Warga (APW) lewat artikel tentang kuliner berbahan baku tempe basi (bosok).

Penulis artikel sekaligus Ketua KIM Sekartaji Agus Imam Subekti berhasil meraih penghargaan kategori artikel terbaik dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim.

"Artikel yang ditulis oleh Mas Agus ini sangat keren. Topiknya tentang Sambel Tumpang, makanan khas Kota Kediri. Jadi artikelnya juga membantu mempromosikan kuliner khas Kota Kediri," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Jumat.

Pihaknya mengapresiasi atas tulisan yang cukup menarik tersebut. Sambel Tumpang adalah kuliner pedas khas Kediri yang berbahan baku tempe. Dirinya juga berharap karya selanjutnya terus ada.

"Semoga ini bukan karya terakhir Mas Agus. Saya juga berharap akan banyak artikel lain yang mengulas potensi Kota Kediri," kata Wali Kota.

Tropy APW tersebut diserahkan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mewakili Gubernur Jawa Timur kepada ketua KIM Sekartaji, Agus Imam Subekti. Tropy penghargaan diserahkan saat momentum penutupan JKF. Kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari tersebut mengangkat tema Optimis Jatim Bangkit dengan Akselerasi Transformasi Digital.

Artikel dari Agus Imam Subekti tersebut berjudul "Kreatif, Olahan Tempe Basi Kediri Tembus Pasar Manca Negara" menjadi juara dua.

Dalam artikel tersebut, Sefa, sapaan akrabnya mengisahkan tentang inspirasi penulisan artikel tersebut bermula dari tingginya minat masyarakat terhadap kudapan sambal tumpang khas Kota Kediri yang diburu hingga luar negeri.

"Saya melihat hal tersebut sangat inspiratif. Jadi saya tergugah untuk mengangkat ke dalam sebuah artikel dan mengikutsertakannya di APW ini," kata Sefa.

Sebelum melenggang ke APW, dirinya mempersiapkan secara matang artikel yang ditulisnya agar dapat menggugah minat pembaca.

Sefa mengaku bahwa riset merupakan kunci utama dalam penulisan artikelnya supaya informasi yang ditampilkan bersifat riil.

"Artikel kan beda dengan video/film, jadi kita sebagai penulis harus bisa membangunkan imajinasi pembaca tentang tulisan kita. Makanya riset sangat penting," kata dia.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kediri yang telah memfasilitasinya dalam ajang APW ini. Pemkot Kediri juga sangat aktif dalam merangkul KIM se-Kota Kediri melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri Apip Permana mengatakan dalam acara tersebut terdapat beberapa sub kegiatan dalam JKF antara lain forum statistisi, forum infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), forum walidata, workshop kehumasan, workshop literasi digital, workshop Jatim Smart Innovation, workshop smart communication product, workshop relawan TIK, sosialisasi pembinaan kelompok informasi masyarakat (KIM), bimbingan teknis (Bimtek) website Kim.id.

"Ada juga rapat koordinasi sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional-layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat (SP4N-Lapor)," kata Apip. (*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel