Kimia Farma Bakal Gelar Rights Issue hingga IPO Anak Usaha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menyiapkan beragam strategi menarik pada 2021, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan melakukan aksi korporasi yang berkaitan dengan anak usahanya. Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo mengatakan, pihaknya tengah mengkaji rencana rights issue dan membuka potensi IPO (initial public offering).

"Kami sedang melakukan kajian terkait rencana rights issue dan tidak menutup kemungkinan termasuk adanya unlock value dari subdiary atau anak usaha," katanya secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Dalam penjelasannya, Verdi menyebut, terdapat beberapa anak usaha Kimia Farma yang memiliki potensi cukup baik. Hal ini juga mendorong pihaknya untuk segera melakukan persiapan.

"Di mana unlock tersebut yang memiliki potensi cukup bagus ada di Kimia Farma ritel, dan khususnya laboratorium dan klinik kesehatan. Kita harapkan dalam waktu dekat bisa terbentuk," ujarnya.

Dalam menjalankan kegiatan usaha, perusahaan pelat merah ini juga memiliki aspirasi yang dibuat untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Saat ini Kimia Farma menjadi anggota holding BUMN Farmasi dan berada di urutan ke lima perusahaan farmasi di Indonesia serta memiliki jaringan layanan kesehatan terbesar dan terintergrasi.

Pada 2023, Kimia Farma menargetkan menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan menjadi intergrated digital healthcare leader di Indonesia.

Tak hanya itu persahaan juga akan mengimplementasi digitalisasi dalam operasional. Pada 2025 Kimia Farma menargetkan menjadi top regional company, top of mind kategori kesehatan dan wellness serta healthcare e-commerce market leader.

Target 2021

RUPST Tahun Buku 2020 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) (Foto: Dok PT Kimia Farma Tbk)
RUPST Tahun Buku 2020 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) (Foto: Dok PT Kimia Farma Tbk)

Sebelumnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) optimistus kinerja perusahaan akan lebih baik pada 2021. Tak heran, emiten berkode KAEF tersebut menargerkan adanya pertumbuhan pendapatan.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo mengatakan, pihaknya optimistis mampu membukukan pendapatan hingga Rp11,27 triliun sepanjang 2021.

"Untuk target pendapatan di tahun 2021 sebesar Rp 11,27 triliun. Ada beberapa sektor potensial, terutama yang berkaitan dengan Covid-19," katanya secara virtual, Rabu, 28 April 2021.

Lebih banyak, Verdi menyebut, jasa layanan klinik diagnostik menjadi salah satu sektor yang diandalkan. Hal ini tak terlepas dari vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah saat ini.

"Di mana sektor potensialnya ialah jasa layanan klinik diagnostik terutama terkait jasa covid dan vaksinasi, juga beberapa segmen bisnis lainnya ialah di segmen retail dan disribusi serta di manukfaktur," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini